Jumat, 10 Februari 2012
Thank You, FOSS
First of all, I'd like to say "Alhamdulillah". Thanks to Allh for all the blessings given to me.
Next, to my beloved and loving late parents, my late Dad n my late Mom, thank you for everything you ever taught me.
I'd also like to thank to the rest of my family for all their supports.
A special thanks also goes to my beloved and loving girlfriend for all her love to me..
Last but not least, though it might sound a little strange, but I'd really really like to thank Free/Open Source Software aka FOSS for becoming my idea to win the prize...
Selasa, 07 Februari 2012
Alhamdulillah
Yang paling berkesan adalah ketika saya memperoleh Juara II dalam lomba bidang studi Matematika tingkat kecamatan yang diselenggarakan Tim KKN Universitas Diponegoro. Selain sebuah piagam dan piala (sayang pialanya tidak bisa saya miliki secara pribadi karena diminta oleh pihak sekolah), saya juga memperolah berbagai hadiah alat tulis.
Di lain waktu saya berhasil menjadi Juara I lomba Matematika tingkat kecamatan. Sayang, ketika bertanding di tingkat kabupaten saya bahkan tidak masuk tiga besar. Maklum saja karena saya terlalu lama mikir padahal saya harus mengerjakan 100 soal. Hehe.
Ketika beranjak remaja, terutama ketika kuliah, saya sering iseng ikut berbagai kuis maupun berbagai undian. Sayang, tak ada satupun hadiah yang nyantol. Ketika salah satu produk sabun mandi memberikan hadiah langsung berupa uang tunai di dalam sabunnya, saya pun ikut-ikutan membeli dengan harapan siapa tahu dapet. Sayang seribu sayang, tak ada satu lembar hadiah pun yang saya dapat. Nasib. Untungnya saya memang tak terlalu memikirkan saya bakal menang atau tidak.
Cerita berlanjut akhir tahun lalu, ketika kekasih saya, yang kebetulan bekerja di kantor yang sama dengan saya, memberitahu saya bahwa pihak direksi mengadakan lomba/sayembara dengan memberikan ide/masukan untuk memajukan perusahaan. Ya, saya nyaris memutuskan untuk tidak mengikuti lomba tersebut meski hadiahnya lumayan.. Bukan hanya karena saya sedang tak ada ide, tetapi juga karena saat itu saya sedang terbaring sakit. Tapi menjelang deadline penyerahan usulan, saya berubah pikiran dengan memutuskan untuk ikut lomba. Saya mencoba memikirkan sesuatu yang tidak dipikirkan orang lain. Meski saya ikut, saya tetap tidak terlalu berharap untuk menang agar saya tidak kecewa.
Beberapa hari lalu, para karyawan yang mengajukan usulan diminta untuk mempresentasikan gagasannya di hadapan tim penilai. Saya pun dengan persiapan seadanya pun ikut melakukan presentasi. Ketika keesokan harinya saya menanyakan ke calon istri saya, saya baru tahu jika salah satu anggota tim penilai adalah Bayu Krisna, seorang motivator kondang yang selama ini saya sering dengar berita atau iklan seminarnya. Walhasil, saya kaget dan agak pesimis bisa menang.
Tapi ternyata di luar dugaan. Hari Senin pagi muncul gosip di kantor kalau saya adalah salah satu pemenangnya. Saya tentu saja tak langsung percaya karena belum ada pengumuman resmi. Namun feelin kalau saya menang makin kuat ketika saya hendak makan siang, saya berpapasan dengan direktur, dan beliau menyapa saya. Sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Akhirnya kepastian saya menang atau tidak baru terjadi ketika manajer saya melakukan meeting dengan bagian saya. Di akhir meeting beliau tiba-tiba menyalami saya sambil mengucapkan selamat karena saya menjadi juara kedua.
Well, dari apa yang terjadi, saya mulai merasa saya tidak berbakat memenangi undian. Saya lebih berbakat memenangi sebuah kompetisi yang membutuhkan pemikiran.
Dan, saya tak lupa bersyukur kepada Allah seraya mengucap Alhamdulillah...
Sabtu, 12 November 2011
For you, the girl from the rainbow
You keep around in my mind. Sometimes I still wish I could hold you, I could kiss you... But I know I can't...
Senin, 24 Oktober 2011
Super Sic: Dalam Kenangan (20 Januari 1987 - 23 Oktober 2011)
Tulisan ini hanya catatam kecil saya tentang salah satu rider terbaik di mata saya selain Kotaro Minami (Lho??)
2008
Saya mulai memperhatikan sepak terjang pembalap dengan nomor motor 58 ini di musim 2008, ketika ia masih berlaga di kelas 250 cc. Sang juara bertahan, Jorge Lorenzo, runner-up Andrea Dovizios, dan juga Alex de Angelis naik ke kelas MotoGP. Akhirnya terjadilah persaingan luar biasa antar pembalap berjuluk Super SIc ini dengan eks juara dunia 125 cc, Alvaro Bautista. Saya ingat betul persaingannya dengan rider bernomor 19 ini. Mereka berdua berulang kali terlibat insiden di lintasan. Naas bagi Bautista, ia kerap jadi korban keganasan gaya membalap Simoncelli. Hasilnya, si pembalap kribo ini berhak meraih gelar juara dunia di akhir musim.
2009
Berlanjut di tahun 2009. Super Sic meniru sahabat dekatnya, The Doctor, Valentino Rossi yang tak mau memakai plat nomor 1 meski menjadi juara bertahan. Sayang, ia harus absen di seri perdana karena cedera. Rupanya awal yg kurang baik juga berlanjut hingga akhir musim. Selain sempat dikenakan denda karena gaya membalapnya yang dianggap membahayakan, ia juga beberapa kali mengalam crash akibat berebut posisi terdepan dengan Bautista. Kesalahan konyol yang akhirnya dimanfaatkan oleh Hiroshi Aoyama dan Hector Barbera.
Ia pun dimusuhi publik Spanyol akibat rivalitasnya dengan Alvaro Bautista. Di seri Catalunya, Simoncelli terus-terusan disoraki "huuu" setiap melewati garis start. Puncak "kesialan" Super Sic di musim 2009 terjadi di seri akhir, Valencia. Ia sebenarnya punya peluang mempertahankan gelar juara dunianya karena berhasil memimpin di depan, sementara pesaing terdekatnya (sekaligus pemimpin klasemen sementara), Aoyama, justru membuat kesalahan dengan kehilangan kendali motornya sehingga nyaris tak mendapatkan poin. Sial, Super Sic justru terjatuh dan gagal finish. Gelar juara dunia pun direbut oleh Aoyama.
2010
Super Sic naik ke kelas MotoGP bersama tim Honda Gresini. Sayang musim perdananya tak berjalan sesuai harapan saya yang menganggap dia adalah "The Next Valentino Rossi". Tak satu podium pun ia raih, Finish terbaiknya hanya posisi 4. Di akhir musim, ia menempati posisi 8.
2011
Kali ada yang berbeda dengan Simoncelli. Meski bergabung dengan tim satelit Honda, ia mendapat spek motor yang sama dengan motor milik Repsol Honda. Lebih unik lagi, ia kali ini berpartner dengan salah satu rivalnya di kelas 250 cc, Hiroshi Aoyama.
Sayangnya, gaya membalapnya tak juga berubah. Ia pun mendapat keluhan dari Jorge Lorenzo dan pembalap lainnya. Keluhan ini seolah terbukti ketika ia mengalami insiden dengan Dani Pedrosa di Le Mans yang menyebabkan Dani mengalami cedera parah. Super Sic pun harus rela mendapat penalty.Bahkan Dani pun terkesan enggan memaafkan Simoncelli dengan menolak uluran jabat tangannya.
Namun ia tetap menunjukkan bahwa dirinya adalah pembalap hebat. Meraih pole position di Catalunya dan Assen, juga berhasil meraih podium di Ceko dan Phillip Island.
23 Oktober 2011
Finish di posisi kedua di Phillip Island, Australia, membuat Super Sic berkeinginan untuk naik podium lagi di 2 seri tersisa. Sayang, takdir berkata lain. 23 Oktober 2011, di Sepang, Malaysia. Ia terjatuh. Naas, ia juga terlindas oleh Colin Edwards yang tak bisa menghindari tabrakan. Helm yang ia kenakan pun terlepas. Seri Sepang akhirnya dibatalkan dengan alasan tim medis sedang berusaha menanganinya. Namun, Tuhan berkehendak lain. Ia akhirnya meninggal akibat cedera parah di leher, kepalam dan dada,
Ya, setelah Daijiro Kato di tahun 2003 (yang secara kebetulan juga membela Honda Gresisni), Shoya Tomizawa di tahun 2010 (kelas Moto2), kini MotoGP kembali kehilangan salah satu rider terbaiknya, #58, Marco "Super Sic" Simoncelli.
Selamat jalan Super Sic. Kini kami tak akan lagi bisa melihat gaya "ugal-ugalan"-mu di sirkuit. Mungkin #58 kini akan berdampingan dengan #74, #48, dan #46 yang tak boleh dipakai pembalap lain sampai kapanpun.
So, farewell Super Sic. You're still one of the best rider ever.. May you rest in peace.
Caio Super Sic..
Sabtu, 30 Juli 2011
Selamat Jalan Bapak

Bapak, meski aku sedih karena kau tak ada lagi di sisiku, kuingin kau tahu aku ikhlas melepasmu. Di lain sisi bahagia karena Allah mengizinkanmu melihatku lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Satu hal yang selalu kuharapkan dari dulu karena Ibu, yang telah lebih dulu dipanggil oleh-Nya, pun tak sempat melihatku lulus SD. Aku juga bahagia karena engkau pergi dalam keadaan tenang, bukan dalam keadaan sakit. Aku yakin kau tak merasakan sakit saat kau pergi meninggalkan kami. Dan aku juga yakin kau bisa tenang di sana karena sebagian besar anak-anakmu telah menjadi orang,
Bapak, meski kini tak kan lagi kudengar suaramu dan tak kan lagi kulihat wajahmu, aku tahu semua nasehat dan petuahmu akan selalu mendampingiku. Kuharap engkau telah memaafkan kesalahan kami, anak-anakmu semua.
Bapak, aku hanya bisa mendoakan engaku dan Ibu dari sini. Semoga Allah menerima amal ibadahmu dan mengampuni semua dosa-dosamu. Aku juga berdoa engkau bertemu Ibu di sana dan berdua bisa tersenyum melihat kami di sini. Aku berdoa engkau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan, Bapak, Kau selalu hidup di hati kami.
Sabtu, 18 Juni 2011
Toto, Saigon Kick, and Dewa 19
Toto
First, I'd like to talk about Toto. Their first and original frontman was Bobby Kimball. After Kimball left, he was soon replaced by Fergie Fredriksen who left after releasing one album with Toto, Isolation. Toto was then joined by Joseph Williams (son of famous film composer, John Williams).
When Williams was finally forced to leave after losing his voice due to his habits of partying and drug addiction, Toto actually planned to have Kimball back, but their record company forced them to hire a South African named Jean-Michel Byron as their new lead vocalist. This idea was proved to be disaster. In my opinion, Byron is actually a great singer. He could sing well. But his on-stage antics had me see that he wasn't a right front-man for Toto. Byron was let go after touring to promote their greatest hits album.
One unique thing about Toto is despite the fact that they had a lead vocalist, their guitarist, Steve Lukather and their two keyboardists, David Paich and Steve Porcaro, also sometimes sang lead on some tracks. Even some of their well-known hits were not sung by their lead singer. For examples, Africa (sung by Paich), Rosanna (sung by Lukather and Kimball), and I'll Be Over You (sung by Lukather). So, when Byron left, an extreme decision was made. They continued the band with Lukather handling most of the lead vocal duties (which can be heard on their "Kingdom of Desire" and "Tambu" album) before Kimball returned on "Mindfields" and recently Toto reunited with Williams for some shows.
Saigon Kick
The next band I'd like to talk about is Saigon Kick. The band originally consisted of lead vocalist Matt Kramer, guitarist Jason Bieler, bassist Tom Defile, and drummer Phil Varone. After releasing two albums, singer Jason Bieler decided to leave. But instead of recruiting a new singer, Bieler took over the lead singer and guitarist duties before the finally broke up and reunited with Kramer.
Dewa 19
The last, let's talk about this band from Surabaya. The original line-up of Dewa 19 was Dhani on keyboards, Erwin on bass, Wawan on drums, Andra on guitars, and Ari Lasso on vocals. Just like Dhani's heroes, Queen and The Beatles, which had more than one lead singer, Dhani also sometimes sang lead or made a duet with Ari. When Ari left (or some said he was fired cause of drugs addiction), he was replaced by Elfonda "Once" Mekel. But still, Dhani took the lead vocal duty sometimes. A few months ago, it was announced that Once also left Dewa. So, will Dewa take same direction like Toto and Saigon Kick.
Minggu, 13 Maret 2011
I Still ...
I still feel that I miss you. I still feel that I can't seem to fall in love again. I can't seem to find someone like you. Cause there's always your shadow around me. There's always an image of your smile somehow.
I still feel that I can't stand seeing you there with someone else. It's too hurt for me that I'd rather look down so you won't see my tears.
I don't know will I ever be with you or not but I don't hope for it anymore. I don't even know will I ever be able to get over you or not. Maybe if I really can't do it, I don't need to get over you at all.
I just know that I still love you..
