Minggu, 13 Maret 2011

I Still ...

It's been more than four months. But sometimes I still feel the pain, I still feel hurt. The pain of being betrayed. And still I see your smile as the most beautiful smile I've ever seen. Still I feel your face is the prettiest face I've ever known.
I still feel that I miss you. I still feel that I can't seem to fall in love again. I can't seem to find someone like you. Cause there's always your shadow around me. There's always an image of your smile somehow.
I still feel that I can't stand seeing you there with someone else. It's too hurt for me that I'd rather look down so you won't see my tears.
I don't know will I ever be with you or not but I don't hope for it anymore. I don't even know will I ever be able to get over you or not. Maybe if I really can't do it, I don't need to get over you at all.
I just know that I still love you..

Senin, 31 Januari 2011

Too personal? Maybe...

I know that some of my last posts seem too personal to write. It perhaps has this blog little "annoyed", but I don't think I have a better place to write in.

When I first created this blog, I didn't mean it to be a personal diary. I created it to  be a place to share my thoughts an opinions about anything  cause I actually also have a blog in Friendster that contains more personal stories. But, in these last few years, I rarely logged in to my Friendster account that it also made me rarely write something there.

But I still feel that I need to talk to someone. The problem is that I have no one to talk to. I have no one to trust. So I just put my personal stories here that are based on what happened to me. Are they too personal? Maybe... 

Kamis, 06 Januari 2011

Menggunakan Ponsel CROSS CB 83T sebagai Webcam di Linux

Berawal dari keinginan saya untuk memperlancar usaha sampingan berupa jualan pulsa ponsel/HP, saya memutuskan untuk membeli lagi sebuah handphone/ponsel baru. Nah partner usaha saya menyarankan agar menggunakan lebih dari satu nomor/operator untuk menjamin kelancaran transaksi pengiriman pulsa, di mana saat satu operator mengalami gangguan, saya dapat beralih menggunakan nomor dari operator lain. Minimal dua nomor dari dua operator berbeda.

Akhinya saya berpikir untuk menggunakan tiga nomor dari tiga operator sekaligus, yaitu dua operator yang masing-masing menawarkan tarif murah plus nomor dari satu operator yang saya anggap memiliki jaringan terluas dan terhandal. Nah, masalahnya saya merasa bakal sangat kerepotan bila harus membawa tiga ponsel sekaligus ke manapun. So, saya memutuskan untuk mencari ponsel dengan fitur dual on alias dual SIM Card. Yah, tak perlu ponsel bermerk terkenal, karena kebetulan ponsel dual on dari merk terkenal masih langka plus harganya relatif lebih mahal. So, rasanya tak ada salahnya saya membeli ponsel merk lokal buatan Cina yang belakangan makin membanjiri pasar ponsel di Indonesia.

Setelah mencari-cari dan melakukan survey harga, pilihan jatuh ke ponsel CROSS CB 83T. Dengan harga di bawah Rp 400 ribu, ponsel ini sudah dilengkapi dengan MP3 Palyer, video player, kamera digital, FM radio, plus TV analog. Nah, dalam manual yang disertakan, disebutkan pula bahwa kamera pada ponsel tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan sebagai webcam. Dalam paket penjualannya memang disertakan CD driver untuk modem maupun webcam. Namun seperti biasa driver yang disertakan hanya untuk sistem operasi Windows. Percobaan pertama di Windows berjalan lancar, lalu bagaimana dengan di Linux?

Gambar 1 Ponsel CROSS CB 83T

Ternyata, penggunaanya di atas Linux pun tidak susah. Bahkan jauh lebih mudah. Agar lebih jelas, ikuti langkah-langkah berikut:

Catatan:Tutorial ini menggunakan distro Xubuntu 10.04. Untuk penggina distro Linux lain, mungkin Anda perlu melakukan sedikit penyesuaian

1. Sambungkan ponsel dengan kabel data yang disertakan dalam paket penjualannya.
2. Sesaat kemudian dalam layar ponsel akan muncul 3 opsi penggunaan ponsel, yaitu Mass Storage, Webcam, dan COM port. Karena Anda akan menggunakannya sebagai Webcam, pilih opsi Webcam.
Gambar 2 Memilih opsi Webcam

3. Dari komputer Anda, buka terminal dari menu Accessories > Terminal.
4. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan ponsel (yang difungsikan sebagai webcam) terdeteksi dengan baik oleh Linux dengan mengetikkan perintah berikut:

$ lsusb


Jika terdeteksi dengan baik, maka dalam terminal akan muncul keterangan seperti berikut:

Bus 002 Device 004: ID 0e8d:0004 MediaTek Inc. MT6227 phone
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 19d2:0031 ONDA Communication S.p.A. ZTE MF636
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Sebenarnya kini ponsel siap digunakan sebagai webcam, namun untuk menggunakan webcam di Linux, Anda perlu menggunakan aplikasi tambahan, misalnya saja aplikasi Cheese. Jika belum terinstalasi, ketikkan perintah berikut untuk melakukannya:

$ sudo apt-get install cheese

Gambar 3 Proses instalasi Cheese di Terminal

Catatan: Jika Anda tidak terbiasa menggunakan command line interface, Anda dapat menginstalasinya melalui Synaptic Package Manager.

Selanjutnya, buka aplikasi Cheese dari menu Multimedia > Cheese. Dan selanjutnya Anda dapat menggunakan kamera ponsel CROSS CB 83T sebagai webcam.

Gambar 4 Aplikasi Cheese memanfaatkan kamera ponsel CROSS CB 83T sebagai webcam

Selamat mencoba!




Kamis, 09 Desember 2010

I Still Love You..

Is what I feel for you a real love? I don't know. All I know is that I'd like to see your face. I'd always love to see your smile, it might be the sweetest smile I ever saw. But after a little time, I found you hurt me, but I knew, I couldn't hate you. Yeah, I was hurt so that I didn't even wanna see your face, but I still didn't wanna hate you.

I finally decided to forgive what you did, though you never apologized, after knowing a little truth. Then I began to watch you from the distance again. I tried to smile when we met. I did anything to try to get closer to you again.

But something then seemed to go wrong. We could never be close enough. You tied your heart to someone else, who used to be my friend. I felt that it was so unfair. Why did it have to be him? Why it wasn't me? I'd done it before him? Yeah, I got mad at him. But when I saw your smile when you were near him, I knew, i had to let you go. Though I knew, I had to be hurt again. But once again, I didn't hate you for that. I never did, I never do, and I never even will hate you.

I'd even still love to see your smile. I'd still love to watch you from the distance. I always feel so glad whenever you're near me. I'm so glad that I can be close to you as friends. Sometimes I don't even care whether you'll be with me in the end or not.

Something in my heart then tells me the reason behind it all. I've kept my feeling too long that I can't easily let it go. But I don't wanna see you sad. I don't wanna se you cry. So decide to let it flow the way it should be. If our destinies our one, we'll be together in the end, no matter what. And I finally let you go anyway cause the truth is I still love you.

Kamis, 02 Desember 2010

Ku Ingin Kau Tahu

Ku ingin kau tahu meski engkau mungkin pernah menyakitiku, tak pernah sekalipun aku membencimu. Ku juga ingin kau tahu, aku merasa bahagia jika berada di dekatmu. Hatiku selalu tersenyum juika kulihat dirimu meski sekilas. Ku ingin kau tahu semua laraku seolah hilang ketika kulihat tersenyum padaku.

Mungkinkah aku masih memiliki rasa itu? Entah... Tapi ku tak ingin berharap kepadamu.

Rabu, 01 Desember 2010

Izinkan Aku Membencinya

Aku terlalu lama menunggu. Ku terlalu lama mencari dan akhirnya aku bertemu denganmu. Ku tahu ku telah jatuh hati kepadamu sejak pertama kali kau tersenyum kepadaku. Tapi kemudian kusimpan rasa itu. Sebuah kesalahpahaman bahkan akhirnya justru membuat kita jauh. Tak pernah saling tersenyum dan tak pernah bertegur sapa. Kau bahkan sempat membuatku sakit. Kucoba tersenyum, tapi kau bahkan tak pernah melihat ke arahku. Tapi, ku ingin kau tahu bahwa aku tak pernah membencimu, walau hanya sedetik pun. Walau sakit yang kurasakan begitu dalam.

Waktu pun berlalu. Aku merasa menemukan teman yang bisa membantu aku menggapaimu. Sayang, orang yang kupercaya sepenuh hati tersebut justru mengambil jalan lain dan meninggalkan aku. Seolah tak pedulikan perasaanku, dia mengambil jalannya sendiri menuju dirimu. Dia yang kini bersamamu. Aku akhirnya mengalah karena aku tak tega mengambil kebahagiaanmu bersamanya meski aku harus kembali sakit. Sekali lagi, aku sama sekali tak pernah dan tak akan membencimu.

Semula aku merasa seiring berjalannya waktu sakit itu akan hilang. Sedih itu akan lenyap. Tapi ternyata aku salah. Ternyata butuh lebih banyak waktu untuk menyembuhkan lukaku. Aku masih belum sanggup melihat kalian bersama. Aku tak keberatan bertemu denganmu. Tapi jujur aku aku masih sedikit berat bertemu dengannya. Dan rasanya terlalu sakit melihat kalian berdua. Yah, perasaan itu terlalu lama kusimpan dan akan sulit melepaskannya, meski aku tak lagi berharap kepadamu. Luka itu mungkin hanya akan sembuh jika aku bertemu dengan pengganti dirimu. Atau mungkin memang aku harus meninggalkan tempat kita bertemu untuk menghilangkan rasa sakit yang ditinggalkan.

Kau pernah memintaku untuk tidak memusuhinya, memintaku untuk tetep berteman dengannya, memintaku untuk tak menaruh dendam kepadanya. Aku akan menepati janji itu kepadamu. Tapi, kumohon izinkan aku untuk tak memaafkan pengkhianatannya. Dan izinkan juga aku untuk membencinya.

Minggu, 21 November 2010

Curhat..

Bukan ku tak rela atupun tak ikhlas dirimu bersamanya. Aku ikhlas asalkan engkau bahagia. Tapi caranya mendapatkan dirimu itulah yang sulit untuk aku ikhlaskan. Saat ini, hatiku mengatakan untuk mencari pengganti dirimu. Tapi, entah mengapa aku masih terus melihat bayangmu dalam pikiranku. Aku tak tahu apakah memang kita seharusnya bersama atau tidak. Aku hanya ingin kau tahu, begitu lama aku menunggu seseorang seperti dirimu, yang bisa buat aku jatuh hati, yang aku yakin akan sanggup membuatku tak bisa berpaling ke orang lain. Namun, rupanya kita tidak diizinkan untuk bersama. Dan kurasa ini yang terbaik untuk kita, paling tidak untuk saat ini.

Aku hormati keinginanmu. Aku tak akan memusuhi ataupun mendendam kepada dirinya, yang juga salah satu teman baikku, demi dirimu. Aku tak akan rela jika dia memperlakukanmu dengan buruk. Jika takdir berkata lain, biarlah ia datang pada saat yang tepat. Kalaupun memang takdr tak berpihak kepadku, aku tak kan menyesalinya. Hanya, sekali lagi aku yakin apapun itu, pasti yang terbaik untuk kita.