Jumat, 26 Juni 2009

Meletakkan sesuatu pada tempatnya

Belakangan ini situs jejaring Facebook sedang mewabah. Pada saat yang hampir bersamaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) justru dikabarkan membuar fatwa haram untuk Facebook. Alasannya Facebook bisa menajdi sarana perselingkuhan dan penyebaran pornografi? Benarkah?

Perdebatan panjang pun terjadi antara yang pro dan yang kontra fatwa tersebut. Ada yang menyatakan setuju ada pula yang menyatakan MUI kurang kerjaan sampai-sampai mengharamkan Facebook.

Di sini saya mencoba mengambil jalan tengah dengan tidak mengatakan MUI kurang kerjaan, tetapi saya juag tidak setuju jika Facebook diharamkan. Mengapa? Bukan hanya karena saya memiliki account Facebook tetapi juga memiliki alasan-alasan lain.

Di rubrik Surat Pembaca salah satu surat kabar di Jawa Tengah, seorang pembaca menyatakan MUI kurang kerjaan sehingga mengharamkan Facebook. Padahala masih banyak hal lain yang lebih penting untuk mendapatkan fatwa dari MUI. Semua kembali pada manusi penggunanya. Atau dengan istilah yang sedikit lebih keren ia nyatakan tergantung kepada The Man Behind The Gun.

Beberapa waktu kemudian, muncul surat dari pembaca lain yang menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan MUI memberi fatwa tersebut tentu sudah melihat mudharat yang lebih besar daripada manfaat. Ia mengambil contoh senjata seperti pistol dan pisau dapur yang tentu saja tidak bisa dibawa kemana-mana dengan seenaknya karena bisa mencelakai orang lain. Demikian pula minuman keras yang meski ada manfaatnya tetapi lebih banyak mudharatnya sehingga diharamkan.

Mari kita lihat dengan pandangan yang lebih luas. Kita ambil contoh pisau dapur atau golok. Tujuan awal dibuat pisau dapur adalah untuk keperluan memotong sayur, daging, dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam masakan. Sementara golok dibuat untuk membenatu kegiatan manusia bercocok tanam. Bukan untuk melukai atau membunuh orang. Kenyataanya walaupaun berulang kali terjadi kasus pembunuhan menggunakan pisau dapur ataupun golok, MUI tak pernah memberikan fatwa haram untuk pisau dapur atapun golok.

Demikian pula pistol. Ia dibuat sebagai sarana perlindungan diri. Dan hanya pihak-pihak tertentu yang boleh menggunakannya. Kenyataannya ada pihak-pihak (yang sebenarnya berhak memiliki seperti polisi) yang menggunakannya untuk membunuh orang tak bersalah. Dan lagi-lagi MUI pun tak pernah memberi fatwa haram untuk pistol.

Contoh lain kita lihat pada anggota parlemen. Tujuan awalnya dibentuk DPR adalah untuk mewakili rakyat di pemerintahan. Kenyataannya di berita sring kita dengar begitu banyak anggota DPRD/DPR yang tersangkut masalah korupsi. Lebih parah lagi, banyak di antara mereka yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi, tetapi saya juga tak pernah mendengar MUI mengharamkan posisi anggota DPR.

Hal lain terjadi pada penggunaan ponsel. Telepon sluler pada awalanya diciptkan sebagai sarana komunikasi jarak jauh yang bisa dibawa keman-mana. Namun belakangan, dengan majunya teknologi, ponsel berkamera malah digunakan untuk merekam adegan porno. Tetapi toh ponsel tak sampai diharamkan.

Namun mengapa perlakuan untuk Facebook justru berbeda? Tujuan awal dibuatnya situs Facebook adalah untuk jejaring alumni sebuah univeristas ternama di AS. Bukan sebagai sarana pornografi ata kegiatan maksiat lainnya.

Sekali lagi saya memiliki account Facebook. Dan sampai saat ini saya belum pernah sekalipun mendapatkan tawaran konten berbau maksiat di dalam Facebook. Justru semua invitasi mengajak untuk kebaikan, seperti gerakan mendukung pembuangan sampah yang benar, mendukung perjuangan rakyat Palestina, dan sebagainya.

Selain itu saya justru merasa bahagia bisa “bertemu” dengan teman-teman saya yang sudah lama kehilangn kontak. Mulai dari teman SMP, SMU, kuliah, bahkan dosen-doesn di almamater saya. Coba lihat, bukankah ini manfaat terbesar dari Facebook? Menyambung silaurrahim yang lama terputus.

Sekarang kita lihat ke judul awal Menempatkan sesuatu pada tempatnya. Pisau dapur sudah seharusnya berada di dapur untuk membantu kegiatan memasak. Pistol sudah seharusnya hanya digunakan oleh pihak berwajib untuk membantu tugasnya menjaga dan mengamankan masyarakat. Karena itu pisau dapur dan psitol tak perlu diharamkan kecuali jika disalahgunakan untuk melukai atau bahkan membunih orang tak bersalah.

Anggota Dewan sudah seharusnya bekerja untuk rakyat dan haram baginya untuk menggunakan jabatan sebagai sarana memperkaya diri sendiri. Demikian pula ponsel. Ia sudah selayaknya hanya digunakan untuk sarana telekomunikasi. Ia menjadi haram jika digunakan untuk kegiatan maksiat.

Demikian pula penggunaan Facebook. Sudah seharusnya hanya dimanfaatkan sesuai tujuan semula, untuk menjalin kembali pertalian saudara yang terputus, bukan untuk kegiatan maksiat. Dan sampai saat ini, jujur saya belum pernah mendengar MUI memberi fatwa haram untuk Facebook. Yang saya tahu MUI mengharamkan pemanfaatan Facebook untuk tujuan maksiat seperti pornografi, perselingkuhan dll.

Jika diibaratkan Facebook adalah sebuah rumah, dan salah satu penghuni rumah tersebut terlibat tindak kejahatan, tentu bukan berarti rumah tersebut yang haram ditempati. Melainkan pelaku tindak kejahatannya yang ditangkap dan diharamkan tindakannya.

Rasanya terlalu naif jika sampai mengharamkan Facebook. Akan lebih lbaik jika MUI justru memanfaatkannya sebagai sarana dakwah. Beberapa lembaga maupun perusahaan telah memanfaatkannya untuik sarana promosi maupun bisnis. Mengapa MUI tak memanfaatkannya saja untuk sarana dakwah?

Sekali lagi tempatkanlah sesuatu pada tempat yang seharusnya.

Kamis, 11 Juni 2009

Musik Gratis? Mengapa tidak?

Kebanyakan para musisi atau pencipta lagu akan berusaha melakukan proteksi terhadap karya-karyanya. Tetapi ternyata tidak semuanya.

Hal ini terbukti ketika iseng-iseng saya membuka situs resmi Ubuntu Satanic Edition. Versi Ubuntu yang satu ini memang agak kontroversial (sudah terlihat dari namanya). Yang pasti selain bertema desktop dengan nuansa gelap, Ubuntu SE juga menyelipkan beberapa musik gratis dengan genre METAL.

Di situs resminya, juga terdapat link langsung menuju tempat mengunduh lagu-lagu tersebut, yaitu disini. Di sana kita bisa temukan ratusan bahkan ribuan lagudari bermacam-macam genre yang dapat diunduh secara gratis. Dan yang satu ini meski gratis, tetapi 100% legal karena semua lagu dilisensikan di bawah lisensi Creative Common License.

Meski sebagian besar memang bukan karya musisi komersil, tapi kualitas musiknya dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum anda mengunduh lagu-lagu tersebut, ada baiknya anda dengarkan dulu secara online. Perhatikan juga review dan komen dari pengguna lainnya.

Sabtu, 30 Mei 2009

Visualisasi data dengan SciDAVis (Bagian ke-4)

Kali ini saya akan coba jelaskan mengenai cara mengubah judul grafik dan mengeksor garfik visualisasi ke dalam bentuk gambar yang umum.

Mengubah judul grafik

Ada kalanya kita ingin mengubah dari judul grafik yang telah dibuat, maupun parameter dari masing-masing sumbu X dan Y agar lebih sesuai dengan data yang kita olah. Caranya cukup mudah. Lakuakn saja klik ganda pada judul grafik yang ingin kita ubah. Sesaat kemudian akan muncul kotak dialog seperti Gambar 1. Ubah nama sesuai dengan yang kiat inginkan. Lalu pilih Apply dan OK. Lakukan cara yang sama untuk mengubah parameter sumbu X dan sumbu Y.

Gambar 1 Mengubah judul grafik


Mengekspor grafik ke dalam format gambar

Grafik hasil visulaisasi dari SciDAVis juga dapat diekspor ke dalam berbagai format gambar populer seperti jpeg, bmp, ataupun, png. Tujuannya agar dapat disisipkan dengan mudah ke dalam dokumen seperti format *.doc atau *.odt.

Caranya, dari menu File, pilih Export Graph. Kita dapat memilih Current, jika hanya ingin mengekspor grafik yang sedang ditampilkan, atau pilih All jika ingin mengekspor seluruh garfik yang dibuat.

Gambar 2 Mengekspor grafik ke dalam format gambar

Setelah itu tentukan lokasi penyimpanan gambar dan pilih format gambar yang diinginkan. Lalu pilih Save.

Gambar 3 Menyimpan gambar hasil ekspor

Kamis, 07 Mei 2009

Review MotoGP 2009 setelah tiga seri

Berikut ini ulasan saya setelah memperhatikan seri MotoGP 2009 dari Losail hingga Jerez.

Persaingan pembalap

Kelas MotoGP

Well, persaingan menjadi pembalap terbaik di kelas paling bergengsi ini tampaknya masih menjadi persaingan antara Valentino Rossi, Casey Stoner, Daniel Pedrosa, dan Jorge Lorenzo. Selain nama-nama tadi, nama Andrea Dovizioso juga layak diperhitungkan.

Sejauh ini Rossi menjadi pembalap paling konsisten dengan selalau naik podium. Di Losail dan Motegi, Rossi finish di urutan dua, sementara di Jerez ia berhasil mengalahkan pembalap tuana rumah, Dani Pedrosa. Tapi jangan anggap remeh Stoner, Pedrosa, ataupun Lorenzo.

Stoner mampu tampil baik saat seri pembuka, sayang di seri selanjutnya sepertinya ia mengalami masalah dengan setting motornya. Di Motegi ia bahkan gagal naik podium akibat masalah rem depannya. Kalau ia mendapatkan setting yang pas, sangat besar kemungkinanna kekbali mendominasi seperti musim 2007.

Sementara untuk Pedrosa, ia memang belum meraih kemenangan musim ini. Tapi ingat kondisinya belum fit 100 %. Di Losail, Qatar ia nekad ikut balapan dengan kondisi masih cedera cukup parah. Dengan mengabaikan rasa sakit ia sempat merengsek ke barisan tengah sebelum akhirnya diseruduk oleh Alex De Angelis (untungnya ia tak sampai terjatuh). Di Motegi, meski masih dibekap cedera, ia menunjukkan kelasnya dengan sanggup finish di urutan ketiga meski start dari posisi ke-11. Sementara di Jerez, ia memang dipecundangi oleh Rossi. Tapi setidak-tidaknya target untuk selalu naik podium di Jerez tercapai, mengingat kondisi yang masih cedera plus motor yang sama sekali belum pernah ia coba di pra musim 2009. Yang artinya ia sendiri belum mendapatkan setting motor yang pas. Kalau ia sudah 100 % fit plus mendapatkan motor yang kompetitif, ia bisa berbahaya.

Bagaimana dengan Lorenzo? Eks juara dunia 250 cc tahun 2006 dan 2007 ini mengisi podium ketiga di Losail dan bahkan menajdi kampiun di Motegi. Sayang, di Jerez, ia tampil buruk meski start dari posisi terdepan dan bahkan mengulangi “hobi”nya musim lalu, jatuh akibat kecerobohannya sendiri. Namun satu hal yang patut dipuji darinya, semangat pantang menyerah. Ingat, musim lalu dengan kondisi cedera parah, ia nekad ikut balapan. Ia bahkan mampu naik podium meski harus duduk di atas kursi roda.

Satu nama yang harus diwaspadai adalah Andrea Dovizioso. Rekan satu tim Pedrosa ini memang belum menjadi yang terbaik. Namun melihat jejak prestasinya di kelas 125 cc (dimana ia menjadi juara dunia) dan 250 cc (di mana ia dua kali menajdi runner-up), Dovi layak diperhitungkan. Apalagi kini ia mendapatkan fasilitas terbaik di tim utama. Sebagai bukti, ia hanya sekali keluar dari posisi 5 besar saat finish, yaitu saat di Jerez, di mana ia melakukan kesalahan dengan membelok terlalu lebar. Setidak-tidaknya, saat ini Dovi sanggup bersaing di 5 besar klasemen sementara.

Kelas 250 cc

Persaingan di kelas seperempat liter justru lebih seru. Lihat saja jalannya balapan di Motegi dan Jerez. Persaingan menjadi yang terbaik dengan duel yang justru lebih sengit terjadi antara Marco Simoncelli, Alvaro Bautista, dan Hiroshi Aoyama. Persaingan ketiganya mengingatkan saya pada duel antara Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan Alex De Angelis di kelas 250 cc musim 2006 dan 2007.

Sang juara dunia bertahan, Marco Simoncelli hingga saat ini masih kedodoran. Ia absen di Losail akibat cedera. Saat seri Motegi, ia sempat memimpin balapan dengan dikuntit ketat oleh Aoyama. Sayang, setelah sebuah insiden, ban depannya kempes dan terpaksa harus masuk pit. Saat kembali ke lintasan, ia sudah jauh tertinggal dan akhirnya gagal meraih poin di Motegi. Sementaa di Jerez ia hanya berhasil finish di tempat ketiga. Namun ingat, pembalap yang kerap disebut sebagai penerus Valentino Rossi ini, sanggup mengalahkan kelemahan power motor Gilera (sangat jelas di trek lurus, ia begitu mudah didekati bahkan disalip oleh Bautista dan Aoyama) dengan skill yang memukau.

Musim ini, Alvaro Bautista seakan menjadi “penguasa” baru kelas 250 cc. Di Motegi, Bautista berhasil mengalahkan pembalap tuan rumah, Hiroshi Aoyama (bukan hanya karena Aoyama berasal dari Jepang, tapi Motegi juga sirkuit milik pabrikan Honda) meski start dari posisi yang tidak terlalu bagus. Tenaga motor Aprilia yang besar (sangat terlihat di trek lurus) plus skill yang hebat, membuatnya selalu bersaing di depan. Harapan saya, Bautista tak mengulangi kecerobohannya musim lalu, di mana ia terlalu sering bersenggolan dengan Simoncelli maupun terjatuh sendiri. Kalau ia tidak lebih berhati-hati, bisa-bisa ada pembalap lain yang mengambil keuntungan seperti yang dilakukan Mika Kallio musim lalu.

Satu nama lagi yang penampilannya cukup impresif musim ini adalah Hiroshi Aoyama. Hengkangnya Kallio ke kelas MotoGP ternyata tak membuat persaingan hanya dikuasai oleh Simoncelli dan Bautista. Kini, mereka berdua harus menghadapi ketangguhan pembalap asal Jepang ini. Musim lalu, sebenarnya Aoyama tampil lumayan bersama KTM. Sayang, power KTM-nya kalah bersaing.

Kini, Aoyama kembali bergabung dengan Honda, sebuah keputusan yang ternyata tepat. Aoyama berhasil menjadi runner-up di Motegi. Bahkan di Jerez, ia berhasil memenangkan pertarungan sengit dengan Bautista dan Simoncelli. Power motor Honda miliknya terbukti sanggup bersaing dengan Aprilia milik Bautista. Skill dan keberaniannya juga patut diacungi jempol. Lihat saja saat ia membabat Bautista dan Simoncelli di tikungan, terlihat sangat nekad. Sepertinya ia menjadi harapan Jepang untuk meneruskan perjuangan mendiang Daijiro Kato maupun mendiang Norifumi “Norick” Abe. Memang sih, sepeninggal Kato, belum ada pembalap Jepang yang berhasil menjadi juara dunia di kelas 250 cc. Dan harapan itu kini layak diberikan kepada Hiroshi Aoyama.

Persaingan Tim

Satu hal yang sering dilupakan, penilaian juara dunia bukan hanya diberikan untuk persaingan antar pembalap, tapi juga untuk konstruktor maupun untuk tim. Untuk ini, saya hanya mengulas persaingan tim di kelas MotoGP.

Untuk saat ini, saya melihat peluang persaingan terbesar dimiliki oleh Fiat Yamaha dan Repsol Honda. Mengapa? Karena para pembalap dari dua tim tersebutlah yang saya nilai paling konsisten dan prestasi masing-masing pembalapnya lebih seimbang. Dua pembalap Fiat Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, prestasinya di lintasan sama-sama baik, di mana masing-masing menyumbangkan satu kemenangan. Mereka berdua pun masuk ke jajaran 5 besar klasemen sementara. Ada persamaan unik antara Rossi dan Lorenzo, keduanya sama-sama pernah menjadi juara dunia kelas 250 cc dengan motor Aprilia.

Hal serupa ditunjukkan oleh Repsol Honda. Prestasi Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso tak terlalu njomplang. Skill keduanya tak diragukan lagi. Keduanya sama-sama pernah menjadi juara dunia kelas 125 cc. Bedanya, Dovi tak sempat merasakan menajdi juara dunia kelas 250 cc. Uniknya, baik Pedrosa maupun Dovizioso, selalu mengendarai Honda sejak masih berlaga di kelas 125 cc. Benar-benar pembalap yang setia dengan Honda.

Bagaiamana dengan Ducati Marlboro? Saya cenderung menyingkirkannya dari persaingan juara tim. Penyebabnya prestasi yang sangat njomplang antara pembalapnya, Casey Stoner dan Nicky Hayden. Meski keduanya adalah eks juara dunia kelas MotoGP, terdapat perbedaan prestasi yang terlalu mencolok. Stoner sanggup bersaing di depan, sementara Hayden tertinggal jauh di belakang.

Hayden, eks Rookie of The Year tahun 2003 itu terlihat masih kesulitan beradaptasi dengan Ducati Desmosedici setelah bertahun-tahun menunggangi Honda. Prestasinya malah kalah apik dibandingkan dengan Mika Kallio yang justru menajdi pendatang baru musim ini. Saran saya untuk Ducati, singkirkan saja Hayden musim depan dan rekrut Kallio. Heh heh.


Kamis, 30 April 2009

Visualisasi Data dengan SciDAVis (Bag III)

Untuk kali ini, hanya akan penulis sampaikan tutorial singkat mengenai dasar penggunaan SciDAVis, mengungat begitu banyak fitur SciDAVis yang belum sempat penulis eksplorasi.

Setelah melakukan instalasi, tentunya kita juga harus mengenal lingkungan kerja yang digunakan SciDAVis agar dapat menggunakannya dengan baik. Saat pertama dijalankan, akan muncul splash screen atau layar pembuka SciDAVis. Tunggu hingga jendela utama SicDAVis muncul yang ditunjukkan oleh Gambar 1.

Gambar 1 Tampilan jendela utama SciDAVis

Jendela utama ini bisa dikatkan dibagi menjadi dua, yaitu bagian toolbar atas dan lembar spreadsheet. Toolbar di atas digunakan untuk melakukan operasi-operasi yang diperlukan dalm menggunakan SciDAVis. Sementara lembar spreadsheet berfungsi untuk memasukkan data-data yang diperlukan.

Visualisasi data

Berikut ini langkah-langkah plotting menggunakan SciDAVis

1. Masukkan data-data yang diperlukan ke dalam lembar spreadsheet yang ada.

Gambar 2 Memasukkan data ke lembar spreadsheet

Lakukan blocking ke area spreadsheet menggunakan mouse

Gambar 3 Blocking data dalam spreadsheet

Lakukan klik kanan mouse, dan pilih Plot

Gambar 4 Melakukan plotting

Di sana terdapat berbagai pilihan bentuk visualisasi, seperti Line, Scatter, Line+Symbol, dsb. Brikut ini adalah contoh berbagai bentuk visualisasi yang ada.

Gambar 5 Visualisasi data dalam mode line

Gambar 6 Visualisasi data dalam mode scatter

Gambar 7 Visualisasi data dalam mode Line + Symbols

Dari mode Line+Symbols ini dapat kita perhalus dengan cara memilih Special Line/Symbol lalu pilih Spline. Hasilnya akan terlihat seperti Gambar 8

Gambar 8 Visualisasi data dalam mode Spline

Gambar 8 Visualisasi data dalam mode Vertical Bars

Jumat, 24 April 2009

Visualisasi data dengan SciDAVis (Bag II)

Instalasi SciDAVIS

Seperti disebutkan sebelumnya, SciDAVis tersedia untuk berbagai sistem operasi. Namun pada tulisan ini hanya dibahas instalasi pada sistem operasi GNU/Linux dan Microsoft Windows. Versi SciDAVis stabil terbaru saat tulisan ini ini dibuat adalah versi 0.1.3 dan terdapat pula versi 0.2.0 yang masih dalam bentuk beta.

Instalasi di komputer Windows

Untuk instalasi di komputer yang menggunakan sistem operasi Windows, file instalasi SciDAVis dapat diunduh dari alamat

http://sourceforge.net/project/platformdownload.php?group_id=199120&sel_platform=8193

Setelah mendapatkan file instalasinya, lakukan klik ganda berkas instalasi tersebut. Ikuti petunjuk selanjutnya.

Instalasi di Komputer GNU/Linux

Sebelum melakukan instalasi SciDAVis di GNU/Linux, pastikan pustaka-pustak berikut terinstal di komputer anda

- Qt (minimal versi 4.3.0)

- Python (minimal versi 2.4 )

- SIP (minimal versi 4.7)

- PyQt4 (minimal versi 4.3)

Untuk sistem operasi GNU/Linux, SciDAVis dapat diunduh dari repositori distro yang anda pakai. Berikut ini adalah alamat repositori SciDAVIS

Untuk pengguna openSUSE

http://packman.links2linux.org/package/scidavis

Untuk pengguna Debian

http://debian.physik.hu-berlin.de/

Jika distro Linux yang anda pakai tidak menyediakan repositorinya, anda tak perlu kuatir. Anda dapat menggunakan SciDAVis tanpa harus melakukan instalasi karena tersedia versi binary yang siap diekskusi untuk semua distribusi GNU/Linux. Versi binary dalam bentuk berkas terkompresi dalam format *.tar.bz2 ini dapat anda peroleh di alamat

https://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=199120&package_id=236207

Ekstrak berkas tersebut dalam direktori yang anda inginkan, misalnya dalam direktori home anda. Untuk lebih mudahnya, anda bisa mengekstraknya menggunakan front-end GUI macam Ark (Untuk desktop KDE) atau File-roller (GNOME). Bagi yang terbiasa dengan command line interface ataupun yang ingin lebih mengenal perintah berbasis teks gunakan perintah tar

$tar xzvf *.tar.bz2

Gambar 1 Berkas hasil ekstraksi

Kemdian masuklah ke direktori bin dalam folder SciDAVis. Lakukan klik ganda pada berkas SciDAVis. Atau jika anda menggunakan terminal ketikkan perintah berikut:


Gambar 2 Berkas untuk diekskusi sebagai program

$cd ~/scidavis/bin

$./scidavis

Sesaat kemudian akan muncul tampilan splash screen dari SciDAVis seperti yang ditunjukkan oleh Gambar di bawah

Gambar 3 Tampilan awal SciDAVis saat pertama dijalankan

Bersambung lagi

Sabtu, 18 April 2009

Visualisasi data dengan SciDAVis (Bagian pertama dari entah berapa tulisan)


Gbr 1 Logo SciDAVis

Sebenarnya saya sudah lama ingin meng-upload artikel ini, tapi berhubung belum mendapatkan mood, akhirnya baru selesai sebagian. Ini adalah bagian yang pertama

Pendahuluan

Kegiatan pengumpulan data umumnya dilakukan dalam suatu penelitian. Kumpulan data hasil penelitian tersebut umumnya akan lebih mudah dan lebih nyaman dilihat jika data tersebut berbentuk grafik atau gambar daripada jika berbentuk tulisan/tabel saja. Untuk mengubah bentuk data yang berbentuk tabel menjadi grafik tersebut dapat dipermudah dengan adanya perangkat lunak khusus keperluan visualisasi data. Tulisan ini diinspirasikan dari pengalaman penulis sewaktu menulis Tugas Akhir semasa menyelesaikan kuliah

Perangkat lunak untuk visualisasi data

Ada begitu banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan visualisasi data. Perangkat lunak seperti OpenOffice.org Calc bisa digunakan untuk visualisasi sederhana. Namun penulis merasa grafik hasil visualisasi dari Calc kurang begitu bagus dan hanya mendukung visualisasi dalam bentuk dua dimensi saja.

Di dunia Windows, mungkin banyak yang mengenal nama SigmaPlot. Sayangnya SigmaPlot adalah perangkat lunak berbayar yang cukup mahal dan hanya tersedia untuk platform Windows saja. Bagaiman dengan para pengguna Linux? Tak perlu kuatir. Para pengguna Linux (dan juga Windows) dapat menggunakan SciDAVis untuk keperluan visualisasi data.

Mengapa SciDAVis?

Sebagai perangkat lunak untuk visualisasi data, SciDAVis memiliki beberapa kelebihan di antaranya:

1. Merupakan perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi GPL sehingga kita bebas menggunakan dan menyebarluaskannya.

2. Gratis. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk memperolehnya (kecuali biaya untuk download dari internet).

3. Multiplatform, atau tersedia untuk berbagai sistem operasi komputer termasuk Windows maupun GNU/Linux.

4. Dapat dijalankan juga melalui mode command prompt atau perintah tertulis

5. Penggunaan yang cukup mudah

6. Grafik hasil visualisasi yang menurut penulis cukup indah

Mengenal SciDAVis

Nama SciDAVis merupakan akronim dari Scientific Data Analysis and Visualisation. Dari nama tersebut jelas SciDAVis memang diperuntukkan visualisasi dan analisis data ilmiah. Visualisasi data tersebut dapat berasal dari tabel spreadsheet maupun dari sebuah persamaan matematika.

Pengembangan SciDAVis bermula dari pengembangan sebuah program plotting bernama QtiPlot yang dilakukan sendirian oleh Ion Vasilief pada tahun 2004. Sampai akhirnya bergabunglah penegembang lainnya pada Mei 2006, yaitu Knut Franke dan Tilman Hoener zu Siederdissen, serta Roger Gadiou. Namun pada tahun 2007, terjadi perbedaan pendapat di antara para pengembang QtiPlot. Franke dan zu Seiderdissen akhirnya memulai proyek pengembangan baru yang diberi nama SciDAVis. Gadiou pun akhirnya ikut bergabung dengan mereka berdua.

Tujuan dikembangkannya SciDAVis adalah agar dapat dijadikan sebagai perangkat lunak untuk analisis dan representasi data secara grafis, di mana selain dapat digunakan untuk pengolahan perhitungan matematika serta visualisasi data yang powerful, ia juga menggunakan tampilan yang indah dan mudah digunakan (user friendly). Seperti yang disebutkan di awal, SciDAVis memang dirancang agar dapat berjalan di banyak platform sistem operasi, terutama Linux, Windows, dan OSX.

Plotting data yang dihasilkan oleh SciDAVis bersifat dinamis, di mana data dalam tabel terinterkoneksi dengan visualisasi grafiknya. Saat data dalam tabel diubah, otomatis grafik yang dibuat juga ikut berubah sesuai perubahan data. Hal ini berbeda jika kita menggunakan perangkat lunak spreadsheet biasa seperti OpenOffice.org Calc atau MS Excel yang bersifat statis.

Fitur-fitur SciDAVis

Berikut ini adalah beberapa fitur utama SciDAVis

1. Mendukung plotting atau visualisasi berbentuk 2D maupun 3D

2. Mendukung visualisasi data dari tabel, matriks, maupun persamaan matematika,

3. Grafik visualisasi dapat diekspor ke dalam format gambar seperti JPG atau PNG sehingga mudah dimasukkan ke dalam lembar dokumen tulisan maupun presentasi

(Bersambung)