Rabu, 04 Juni 2008

Pembela atau Preman?

Beberapa hari ini berita mengenai tindakan anarkis dari sebuah ormas (yang ngakunya) bernafaskan Islam. Sayangnya, tindakan mereka justru menurut saya, jauh dari ajaran agama. Bukan hanya sekali ini mereka berulah. Seolah-olah atas nama agama, mereka bertindak keras, merusak, bahkan melukai seseorang.

Yah, ormas yang mengaku sebagai pembela Islam. Namun apa yang mereka lakukan justru menodai Umat Islam lainnya. Seolah-olah merekalah yang berhak menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Seolah tak peduli di Indonesia ada hukum yang berlaku. Coba pikir, apakah dibenarkan kita merusak sesuatu yang bukan milik kita? Apakah dibenarkan kita melukai orang lain hanya karena berbeda pendapat?

Sayang memang, saya justru tak pernah melihat lasakr yang satu itu berdemo menentang perilaku korup pejabat. Tak pernah mereka bedemo menentang kenaikan harga BBM (padahal ini sangat menyusahkan rakyat, kok mereka ga mau ikut mikir). Tak pernah pula mereka berdemo saat para anggota DPR menghambur-hamburkan fasilitas negara (yang artinya juga menyakiti umat Islam).

Sayang memang, tindakan mereka saat protes lebih mneyerupai tindakan preman daripada tindakan pembela. Apakah mereka tak berpikir hal tersebut justru merusak pandangan masyarakat tentang umat Islam???

Kamis, 22 Mei 2008

Mengharukan

Di sebuah ruangan, terdengar suara dari sebuah pemutar video. Seorang pria bercakap-cakap dengan anaknya dan sang ibu yang sedang merekam mereka berdua. Beberapa saat kemudian, video rekaman itu diperlihatkan. Sang ayah sedang berada di atas traktor bersama seorang anak kecil, sampai diakhiri dengan kalimat "bye bye".

Video pun di-pause oleh Martha Kent yang baru menyadari anak adopsi mereka, Clark, ternyata sudah berada di belakangnya. Adegan selanjutnya, Clark kemudian memeluk erat Martha sembari keduanya menitikkan air mata. Tak terasa saya pun ikut terharu dan menitikkan air mata.

Saya ikut merasakan kepedihan keluarga Kent sepeninggal Jonathan. Ya, meski Clark bukan anak kandung mereka, Jon dan Martha benar-benar merawat Kal-El sebagai bocah berkekuatan super bernama Clark. Mereka tak jarang begitu marah saat Clark berbuat salah. Clark pun begitu bahagia bisa menjadi manusia bumi berkat didikan keluarga Kent. Sehingga perpisahan mereka menjadi sesuatu yang sanggup menguras air mata saya. Adegan itu terjadi begitu alami, seolah-olah benar-benar terjadi di dunia nyata, bukan di dalam film. Tak ada kesan dibuat-buat. Akting Tom Welling begitu sempurna sebagai calon superhero bernama Superman.

Itu adalah sesuatu yang tak pernah saya temui dalam sinetron-sinetron lokal kita. Nyaris Tak ada yang tampak nyata di dalamnya. Kualitas cerita maupun kating pemainnya nampak biasa biasa saja, bahkan terkadang terlihat over acting.

Kamis, 08 Mei 2008

Is this the end of the world??

Dunia dalam krisis. Harga minyak bumi naik luar biasa. Harga pangan melambung. Ternyata bukan hanya di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Perekonomian lesu. Bencana di mana-mana. Apakah dunia sudah mendekati akhir???

Sabtu, 01 Maret 2008

Ironic TV ONE????

Beberapa waktu lalu, salah satu stasiun TV swasta di Indonesia, Lativi, secara resmi mengubah namanya menjadi TVONE. Katanya sih format acara-acarnya bakal berubah dengan lebih banyak acara berita, olahraga, dan yang paling sedikit adalah persentase hiburan.

Lumayan sedikit berubah sih. Beberapa sinetron tidak bermutu sudah tak laghi ditayangkan, diganti dengan acara berita. Yang agak ironis adalah acara olahraga dan hiburan. Acara olahraga ternyata masih berformat sama dengan waktu bernama Lativi. Tidak ada yang berbeda.

Dan yang paling menyedihkan, tentu saja acara hiburan. Film-film-nya masih sama. Dan lebih parah lagi, film-film tersebut entah sudah diputar ulang berapa puluh kali waktu masih bernama Lativi. Pengamtan terbaru menunjukkan, ada sebuah film (film lepas layar lebar) yang baru sekitar 2 minggu lalu ditayangkan, eh beberapa hari lalu sudah diputar ulang. Sesuatu yang saya yakin hal seperti ini tak akan dilakukan stasiun TV lain. Biasanya sebuah film baru akan diputar ul;ang beberap bulan kemudian di stasiun TV yang sama.

Ternyata meski sudah ganti nama, pendanaannya masih sama seretnya. Sehingga dipilhlah acara yang sesuai dengan prinsip ekonomi. Modal sekecil mungkin, untung sebesar mungkin.

Kamis, 28 Februari 2008

Artis dan Internet

Kemajuan teknologi internet juga berpengaruh terhadap dunia hiburan, khususnya musik dan film. Diawali dengan munculnya website pribadi para artis musik dan film, e-mail pribadi, dan yang terbaru dunia web 2.0 yang memunculkan situs-situs interaktif macam blogger atau YouTube.

Dua situs yang belakangan saya sebut tadi rupanya mulai dimanfaatkan para musisi. Mantan vokalis Toto, Denise "Fergie" Fredriksen memanfaatkan blogger sebagai situs pribadinya. Gitaris Toto, Steve "Luke" Lukather juga memiliki blog pribadi, selain official website.

Sementara efek situs YouTube lebih luar biasa. Band asal AS, Journey merekrut vokalis baru setelah sang gitaris menyaksikan video band asal Filipina, The Zoo, memainkan lagu milik Journey. Vokalis The Zoo, Arnel Pineda langsung ditawari untuk ikut audisi. Dan hasilnya, Pineda langsung diterima jadi vokalis baru.

Band metal asal Jerman, Helloween, tanpa sungkan-sungkan meng-upload video lagu-lagu mereka ke YouTube. Padahal biasanya, para musisi menentang situs-situs seperti ini karena dianggap membantu pembajakan. Well, tampaknya teknologi memang mengubah semua.

Senin, 25 Februari 2008

Bingung

Berhubung lagi bingung mau ngomongin apa. Sementara ini ga mau ngomongin apa-apa.

Minggu, 13 Januari 2008

Nomor motor unik ala Casey Stoner

Juara MotoGP 2007, Casey Stoner baru saja memeperkenalkan tunggangan barunya, Ducati Desmosedici GP8. Sebagai juara dunia bertahan, tentu saja dia berhak atas motor berplat nomor 1. Uniknya, di bagian bawah nomor 1 tersebut tertulis nomor 27, yang merupakan nomor motor kesayangannya sejak masih berlaga di kelas 125 cc. Ada apa gerangan?

Kalau dirunut, ada dua kemungkinan. Yang pertama, bagi yang tidak percaya takhyul, bisa jadi Stoner ingin memberi "penghargaan" kepada nomor 27 yang telah mengantarkannya menjadi juara dunia.

alasan kedua yang sedikit berbau mistis, bisa jadi Stoner ingin menghindari "kutukan ". Ya, sejak tahun 1999 di ajang balap motor kelas 500cc/MotoGP tak ada pemilik motor bernomor 1 yang sanggup mempertahankan gelarnya. Tahun 1999, sang juara bertahan, Mick Doohan bernasib naas mengalami kecelakaan yang membuat dia harus rela pensiun. Juara akhirnya direbut rekan satu tim-nya Alex Criville

Tahun 2000, gantian Criville, hanya sanggup memenangi satu seri dan harus rela gelarnya direbut Kenny Roberts, Jr. Nasib sial kemudian dialami Roberts Jr di tahun 2001, di mana ia tidak sanggup memenangi satu seri sama sekali dan juara dunia direbut oleh Valentino Rossi.

Rossi kemudian memilih cara unik dengan mempertahankan nomor 46 daripada menggunakan nomor 1, dan ia bertahan menjadi juara hingga tahun 2005. Di tahun 2006, gelar diraih oleh Nicky Hayden, yang memutuskan mempertahanhakn tradisi nomor 1 untuk juara bertahan. Nah, apesnya ia juga gagal mempertahankan gelarnya di tahun 2007.

Mungkinkah Stoner ingin menghindari kutukan nomor 1 tersebut dengan memasang nomor 27 di bagian bawah nomor 1 agar ia dapat mempertahankan gelarnya?Mungkin hanya Tuhan dan Stoner sendiri yang tahu.