Kamis, 06 Januari 2011

Menggunakan Ponsel CROSS CB 83T sebagai Webcam di Linux

Berawal dari keinginan saya untuk memperlancar usaha sampingan berupa jualan pulsa ponsel/HP, saya memutuskan untuk membeli lagi sebuah handphone/ponsel baru. Nah partner usaha saya menyarankan agar menggunakan lebih dari satu nomor/operator untuk menjamin kelancaran transaksi pengiriman pulsa, di mana saat satu operator mengalami gangguan, saya dapat beralih menggunakan nomor dari operator lain. Minimal dua nomor dari dua operator berbeda.

Akhinya saya berpikir untuk menggunakan tiga nomor dari tiga operator sekaligus, yaitu dua operator yang masing-masing menawarkan tarif murah plus nomor dari satu operator yang saya anggap memiliki jaringan terluas dan terhandal. Nah, masalahnya saya merasa bakal sangat kerepotan bila harus membawa tiga ponsel sekaligus ke manapun. So, saya memutuskan untuk mencari ponsel dengan fitur dual on alias dual SIM Card. Yah, tak perlu ponsel bermerk terkenal, karena kebetulan ponsel dual on dari merk terkenal masih langka plus harganya relatif lebih mahal. So, rasanya tak ada salahnya saya membeli ponsel merk lokal buatan Cina yang belakangan makin membanjiri pasar ponsel di Indonesia.

Setelah mencari-cari dan melakukan survey harga, pilihan jatuh ke ponsel CROSS CB 83T. Dengan harga di bawah Rp 400 ribu, ponsel ini sudah dilengkapi dengan MP3 Palyer, video player, kamera digital, FM radio, plus TV analog. Nah, dalam manual yang disertakan, disebutkan pula bahwa kamera pada ponsel tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan sebagai webcam. Dalam paket penjualannya memang disertakan CD driver untuk modem maupun webcam. Namun seperti biasa driver yang disertakan hanya untuk sistem operasi Windows. Percobaan pertama di Windows berjalan lancar, lalu bagaimana dengan di Linux?

Gambar 1 Ponsel CROSS CB 83T

Ternyata, penggunaanya di atas Linux pun tidak susah. Bahkan jauh lebih mudah. Agar lebih jelas, ikuti langkah-langkah berikut:

Catatan:Tutorial ini menggunakan distro Xubuntu 10.04. Untuk penggina distro Linux lain, mungkin Anda perlu melakukan sedikit penyesuaian

1. Sambungkan ponsel dengan kabel data yang disertakan dalam paket penjualannya.
2. Sesaat kemudian dalam layar ponsel akan muncul 3 opsi penggunaan ponsel, yaitu Mass Storage, Webcam, dan COM port. Karena Anda akan menggunakannya sebagai Webcam, pilih opsi Webcam.
Gambar 2 Memilih opsi Webcam

3. Dari komputer Anda, buka terminal dari menu Accessories > Terminal.
4. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan ponsel (yang difungsikan sebagai webcam) terdeteksi dengan baik oleh Linux dengan mengetikkan perintah berikut:

$ lsusb


Jika terdeteksi dengan baik, maka dalam terminal akan muncul keterangan seperti berikut:

Bus 002 Device 004: ID 0e8d:0004 MediaTek Inc. MT6227 phone
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 19d2:0031 ONDA Communication S.p.A. ZTE MF636
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Sebenarnya kini ponsel siap digunakan sebagai webcam, namun untuk menggunakan webcam di Linux, Anda perlu menggunakan aplikasi tambahan, misalnya saja aplikasi Cheese. Jika belum terinstalasi, ketikkan perintah berikut untuk melakukannya:

$ sudo apt-get install cheese

Gambar 3 Proses instalasi Cheese di Terminal

Catatan: Jika Anda tidak terbiasa menggunakan command line interface, Anda dapat menginstalasinya melalui Synaptic Package Manager.

Selanjutnya, buka aplikasi Cheese dari menu Multimedia > Cheese. Dan selanjutnya Anda dapat menggunakan kamera ponsel CROSS CB 83T sebagai webcam.

Gambar 4 Aplikasi Cheese memanfaatkan kamera ponsel CROSS CB 83T sebagai webcam

Selamat mencoba!




Kamis, 09 Desember 2010

I Still Love You..

Is what I feel for you a real love? I don't know. All I know is that I'd like to see your face. I'd always love to see your smile, it might be the sweetest smile I ever saw. But after a little time, I found you hurt me, but I knew, I couldn't hate you. Yeah, I was hurt so that I didn't even wanna see your face, but I still didn't wanna hate you.

I finally decided to forgive what you did, though you never apologized, after knowing a little truth. Then I began to watch you from the distance again. I tried to smile when we met. I did anything to try to get closer to you again.

But something then seemed to go wrong. We could never be close enough. You tied your heart to someone else, who used to be my friend. I felt that it was so unfair. Why did it have to be him? Why it wasn't me? I'd done it before him? Yeah, I got mad at him. But when I saw your smile when you were near him, I knew, i had to let you go. Though I knew, I had to be hurt again. But once again, I didn't hate you for that. I never did, I never do, and I never even will hate you.

I'd even still love to see your smile. I'd still love to watch you from the distance. I always feel so glad whenever you're near me. I'm so glad that I can be close to you as friends. Sometimes I don't even care whether you'll be with me in the end or not.

Something in my heart then tells me the reason behind it all. I've kept my feeling too long that I can't easily let it go. But I don't wanna see you sad. I don't wanna se you cry. So decide to let it flow the way it should be. If our destinies our one, we'll be together in the end, no matter what. And I finally let you go anyway cause the truth is I still love you.

Kamis, 02 Desember 2010

Ku Ingin Kau Tahu

Ku ingin kau tahu meski engkau mungkin pernah menyakitiku, tak pernah sekalipun aku membencimu. Ku juga ingin kau tahu, aku merasa bahagia jika berada di dekatmu. Hatiku selalu tersenyum juika kulihat dirimu meski sekilas. Ku ingin kau tahu semua laraku seolah hilang ketika kulihat tersenyum padaku.

Mungkinkah aku masih memiliki rasa itu? Entah... Tapi ku tak ingin berharap kepadamu.

Rabu, 01 Desember 2010

Izinkan Aku Membencinya

Aku terlalu lama menunggu. Ku terlalu lama mencari dan akhirnya aku bertemu denganmu. Ku tahu ku telah jatuh hati kepadamu sejak pertama kali kau tersenyum kepadaku. Tapi kemudian kusimpan rasa itu. Sebuah kesalahpahaman bahkan akhirnya justru membuat kita jauh. Tak pernah saling tersenyum dan tak pernah bertegur sapa. Kau bahkan sempat membuatku sakit. Kucoba tersenyum, tapi kau bahkan tak pernah melihat ke arahku. Tapi, ku ingin kau tahu bahwa aku tak pernah membencimu, walau hanya sedetik pun. Walau sakit yang kurasakan begitu dalam.

Waktu pun berlalu. Aku merasa menemukan teman yang bisa membantu aku menggapaimu. Sayang, orang yang kupercaya sepenuh hati tersebut justru mengambil jalan lain dan meninggalkan aku. Seolah tak pedulikan perasaanku, dia mengambil jalannya sendiri menuju dirimu. Dia yang kini bersamamu. Aku akhirnya mengalah karena aku tak tega mengambil kebahagiaanmu bersamanya meski aku harus kembali sakit. Sekali lagi, aku sama sekali tak pernah dan tak akan membencimu.

Semula aku merasa seiring berjalannya waktu sakit itu akan hilang. Sedih itu akan lenyap. Tapi ternyata aku salah. Ternyata butuh lebih banyak waktu untuk menyembuhkan lukaku. Aku masih belum sanggup melihat kalian bersama. Aku tak keberatan bertemu denganmu. Tapi jujur aku aku masih sedikit berat bertemu dengannya. Dan rasanya terlalu sakit melihat kalian berdua. Yah, perasaan itu terlalu lama kusimpan dan akan sulit melepaskannya, meski aku tak lagi berharap kepadamu. Luka itu mungkin hanya akan sembuh jika aku bertemu dengan pengganti dirimu. Atau mungkin memang aku harus meninggalkan tempat kita bertemu untuk menghilangkan rasa sakit yang ditinggalkan.

Kau pernah memintaku untuk tidak memusuhinya, memintaku untuk tetep berteman dengannya, memintaku untuk tak menaruh dendam kepadanya. Aku akan menepati janji itu kepadamu. Tapi, kumohon izinkan aku untuk tak memaafkan pengkhianatannya. Dan izinkan juga aku untuk membencinya.

Minggu, 21 November 2010

Curhat..

Bukan ku tak rela atupun tak ikhlas dirimu bersamanya. Aku ikhlas asalkan engkau bahagia. Tapi caranya mendapatkan dirimu itulah yang sulit untuk aku ikhlaskan. Saat ini, hatiku mengatakan untuk mencari pengganti dirimu. Tapi, entah mengapa aku masih terus melihat bayangmu dalam pikiranku. Aku tak tahu apakah memang kita seharusnya bersama atau tidak. Aku hanya ingin kau tahu, begitu lama aku menunggu seseorang seperti dirimu, yang bisa buat aku jatuh hati, yang aku yakin akan sanggup membuatku tak bisa berpaling ke orang lain. Namun, rupanya kita tidak diizinkan untuk bersama. Dan kurasa ini yang terbaik untuk kita, paling tidak untuk saat ini.

Aku hormati keinginanmu. Aku tak akan memusuhi ataupun mendendam kepada dirinya, yang juga salah satu teman baikku, demi dirimu. Aku tak akan rela jika dia memperlakukanmu dengan buruk. Jika takdir berkata lain, biarlah ia datang pada saat yang tepat. Kalaupun memang takdr tak berpihak kepadku, aku tak kan menyesalinya. Hanya, sekali lagi aku yakin apapun itu, pasti yang terbaik untuk kita.

Rabu, 17 November 2010

The Way I Need

I once prayed that that I could see her more often. I once prayed that I'd be able to meet her more often. I prayed that You would allow me to talk to her more often too. And I also prayed that You would allow me to be with her someday. To have her in my life. To love her with all my heart. But if You just wouldn't allow my last prayer to happen, I prayed that I could still be friend with her. I prayed that there'd be no hatred between me and her.

And You have showed that You have answered all those prayers. Yes, You really allow me to see her more often (that I could not even count it). You did allow me to often meet her, even when she finally did something that hurt me, though sometimes I just didn't know what to do.


But You answered my two (or maybe three) last prayers in such a mysterious way. It began when I felt that I was betrayed by one of my friend, who used to say that he supported me and wanted to help me. But he felt something else, he decided to get closer to her himself. I felt like he stuck a knife on my back, truly.

But when the three of us talked together, I decided to let her go. I gave it all away cause her heart is not for me. But strangely, by this "incident", I realize You recently allow me to often "talk" to her. And You allow us not to hate each other. And I THANK YOU for that.

But I still don't know about Your real answer for prayer to be with her. I can only see two possible things to happen. You might want to tell me that it's not yet my time to be with her (But I really don't hope for it anymore) Or maybe You really want to say that we're really not meant to be and it's not our destiny to be together.

If it's not our time yet, I know the time will surely come for us, sooner or later (once again I don't really hope for it). And if I'm not allowed to be with her, I know that I'll find the best and the perfect one for me (this is what I really hope and pray). And whatever it may take then, I know it's gonna be the best for me and her. Cause the truth is that now I'm expecting nothing but friendship from her. And I realize that You don't always answer all my prayers by the way I want, but it's always the way I need.

Jumat, 24 September 2010

Survey


Siapa nama gitaris favorit Anda?