Minggu, 02 Agustus 2009

Celebrating My Fourth Year with Linux


It's already August of 2009. It means I've been using GNU/Linux as the operating system of my computer for about four years. Yes, my first experience with Linux happened on August of 2005. I remembered it happened when I found something wrong with my non-original MS Windows that made me have to re-install it. There was a little problem, I had no copy of MS Office. So I started searching for an alternative Office suite that led me to OpenOffice.org. I almost decided to download the OOo in an internet cafe, but the file size is too large that it would take a very a long long long time to finih the download. So, I went a bookstore, found a book about OOo-with an extra CD-there, and of course I then bought it.

After some periods of time, something went wrong again (and again) with the MS Windows that made feel so tired of re-installing it. Then I thought about using Linux as an alternative and legal operating system. After trying some Live CD's distributions, I installed my first GNU/Linux in my computer, SUSE 9.1 Personal. At first, I decided to use a dual-boot in my computer, but in my next adventure, I began to more and more fall in love with Linux, so I decided to erase the MS Windows from my computer completely.

To shorten this story, along these four years, I've been trying and installing many Linux distributions in my computer. Some of them need a more hardware resource aka the heavyweight distributions/distros and some others only need a little hardware resource aka lightweight distributions.

After spending some time with Xubuntu (it was actually Ubuntu Muslim Edition which I switched to Xubuntu desktop), I've finally found a more lighweight Linux distributions, PC/OS. I have some reasons to use PC/OS. First, this distro is also based on Xubuntu which means, it uses XFCE desktop that is so light and fast for a computer with a lack of hardware like mine.

The second reason, unlike Ubuntu or Xubuntu that has no support for propietary multimedia files by default, PC/OS has a more support of multimedia files such as MP3, MPEG videos, and other multimedia formats.

The third reason, if the software shipped in PC/OS CD is not enough, I can easily add the other softwares from the Ubuntu repositories.

Well, that's my story of my experience with GNU/Linux. There is one last story to tell that really makes me so proud of. I did my Final Task to graduate from my college with Linux. Right from the start. From the time I designed it, tested the design, simulated the design, created the report, created the graphics, and even created the presentation for my Final Task Seminar and Final Task Exams. All are done under GNU/Linux. I actually used a simulator that natively ran under Windows, so had to use a MS Windows emulator to use it. I can say that I might be the first non Information and Computer Technology student that used Linux completely in the Final Task.

Review Pertengahan Musim MotoGP

Gelaran MotoGP sudah memasuki pertengah musim. Saat ini bahkan telah memasuki masa istirahat sebelum seri ke-11 di sirkuit Brno, Republik Ceko. Berikut ini hasil rangkuman saya hingga pertengahn musim

Kelas 250 cc
Musim ini adalah musim terakhir diselenggarakannya kelas 250cc. Musim depan kelas ini akan berganti menajdi kelas Moto 2 dengan mulai dipergunakannya motor bermesin 4-tak. Persaingan sengit hingga pertengahan musim ini masih terjadi antar Hiroshi Aoyama, Alvaro Bautista, dan Marco Simoncelli. Skill ketiga pembalap ini bisa dikatakan setara.

Saat ini, Aoyama masih memimpin klasemen sementara diikuti Bautista dan Simoncelli. Ia memang terbukti menjadi yang paling konsisten meraih poin dan belum pernah sekalipun ia gagal finish. Sementara itu Bautista pun harus berjuang lebih keras dan juga tentunya berhati-hati. Ia beberapa kali terjatuh akibat kengototannya sendiri. Selain bersenggolan dengan Simoncelli, ia juga pernah gagal finish karena menyenggol Aoyama.

Untuk Simoncelli, pelan tapi pasti, sang juara bertahan ini mulai bangkit dari keterpurukan. Hasil cukup menggembirakan ia catat di dua seri terakhir. Ia pun berhasil menggeser posisi Hector Barbera dari peringkat ketiga klasemen sementara. Dia hanya punya sedikit masalah, yaitu tenaga motor Gilera yang ia tunggangi tak sebesar tenaga motor Aprilia milik Bautista ataupun Honda milik Aoyama.

Well, kita tunggu saja siapa di antara mereka bertiga yang akan menajdi juara dunia musim ini.

Kelas MotoGP
Untuk kelas teratas MotoGP, saat ini Valentino “The Doctor” Rossi masih di atas angin. Ia masih kokh bertahan di puncak klasemen sementara. Pesaing terberatnya justru dari rekan satu timnya, Jorge Lorenzo. Sayang di seri Inggris, Lorenzo terjatuh dan tak mendapatkan poin.

Pesaing lainnya jagoan Ducati, Casey Stoner, justru tertimpa masalah kesehatan serius yang sangat memengeruhi penampilannya musim ini. Dimulai dari seri Assen, Belanda. Ia terlihat muntah-muntah usai lomba. Kondisinya makin buruk di seri-seri berikutnya. Ia gagal naik podium di tiga seri terakhir. Penampilan terburuknya terjadi di Inggris kemarin ketika saat lomba berjalan separo, ia keburu di-overlap oleh para pembalap lainnya.

Ancaman Honda
Menjelang pertengahan musim ini, kejutan juga datang dari kubu Honda. Dimulai dengan kemenangan Dani Pedrosa di Laguna Seca, dan digunakannya mesin baru Honda di Sachsenring, Jerman. Hasilnya cukup ositif. Di Jerman dan Inggris, para pembalap Honda sanggup merengsek ke posisi depan.

Bukan hanya pembalap tim pabrikan, Repsol Honda, para pembalap tim satelit Honda seperti Toni Elias, Alex De Angelis, dan bahkan Randy de Puniet pun sanggup melaju ke posisi depan. Hanya Gabor Talmacsi yang masih kesulitan beradaptasi. Hal yang wajar mengingat Talmacsi sangat minim pengalaman karena baru berlaga di pertengahan musim, setelah musim lalu ia berlaga di kelas 125cc dan beberapa seri awal musim ini berlaga di kelas 250cc. Namun prestasinya di dua seri terakhir bisa dikatakan lumayan. Di Jerman, ia nyaris memperoleh poin pertamanya, sayang ia terjatuh. Tapi di Inggirs kemarin, ia membuktikan bisa menyalip duo Ducati yang tampil sangat buruk.

Memang sih peluang para pembalap Honda untuk menjadi juara dunia bisa dikatakan kecil, mengingat penampilan pembalap utama mereka, Dani Pedrosa, kurang konsisten karena lebih sering berkutat dengan cedera. Setidak-tidaknya Honda ingin memberi peringatan kepada pembalap lain bahwa Honda meraih banyak kemajuan. Tiga seri terakhir membuktikan itu dengan keberhasilan Pedrosa di Laguna Seca serta Dovizioso di Donington Park.

Prediksi
Bukannya mau jadi peramal tapi boleh dong saya memberikan prediksi. Hingga akhir musim tampaknya persaingan menjadi juara dunia masih akan terjadi antara Rossi dan Lorenzo. Sementara itu jika kondisi Casey Stoner tak kunjung membaik, justru ia terancam terlempar dari posisinya di peringkat ketiga klasemen sementara. Rasanya tak sulit bagi Dani Pedrosa untuk mengambil alih posisi tersebut.

Review MotoGP seri Donington Park

Seri ke-10 ajang MotoGP yang berlangsung di sirkuit Donington Park menyuguhkan pertarungan seru di bawah cuaca yang tak menentu. Hasilnya pun di luar dugaan. Para pembalap favorit justru bebertumbangan.

Jalannya lomba
Hasil seri donington Park memang mengejutkan sejak awal yang dimulai dengan munculnya Toni Elias yang memimpin balapan di lap awal. Sayang pembalap Honda Gresini ini justru akhirnya disalip oleh duo Fiat Yamaha, Lorenzo dan Rossi, serta duo Repsol Honda, Dovizioso dan Pedrosa. Elias memang sempat melakukan overtaking kepada Pedrosa. Sayang ia justru terjatuh dan tak dapat melanjutkan lomba
.
Jalannya lomba semakin seru ketika para pembalap favorit juara yaitu Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa justru tampil buruk. Lorenzo yang sudah di atas angin karena berada di depan sendiri dengan jarak yang lumayan jauh dengan Rossi justru menyusul Elias mencium aspal dan juga gagal meneruskan lomba. Sementara Rossi yang kini memimpin lomba, harus menghadapi tekanan dari Andrea “Dovi” Dovizioso yang terus menguntitnya denagn jarak yang sangat dekat.

Saat pertengahan lomba, hasil memalukan dicatat oleh duo Ducati Marlboro, Casey Stoner dan Nicky Hayden. Bukan hanya mereka berdua disalip oleh Gabor Talmacsi, ternyata mereka sudah di-overlap oleh Rossi, Dovi, dan Pedrosa. Bahkan para pembalap di belakang mereka bertiga pun akhirnya melakukan overlapping kepada duo Ducati tersebut. Sementara itu Dovi terus terlihat beberapa kali berusaha menyalip Rossi, namun gagal. Namun Dewi Fortuna tampaknya lebih berpihak kepada Dovi ketika Rossi terjatuh. Dovi pun melaju sendirian di depan. Rossi memang masih melanjutkan lomba, sayangnya Dovi sudah terlalu jauh untuk dikejar.

Pembalap lain yang tampil buruk adalah Daniel “Dani” Pedrosa. Sempat bersaing di depan di lap-lap awal, dan juga sempat bertarung mati-matian berebut posisi dengan Randy de Puniet, namun ia akhirnya gagal. Ketika terjadi perubahan cuaca, Pedrosa yang tetap bertahan dengan ban kering terlihat terlalu berhati-hati. Ia pun dengan mudahnya disalip oleh gerombolan pembalap di tengah seperti Colin Edwards, James Toseland, Loris Capirossi, Mika Kallio, dan Marco Melandri. Sementara Rossi yang sempat tercecer di posisi 11 dan akhirnya bisa merengsek ke posisi 6 setelah para pembalap lain memutuskan masuk pitlane untuk berganti motor dengan ban basah.Rata Penuh

Di lap-lap akhir, Dovi terus melaju menggunakan ban kering meski mulai terlihat titik-titik hujan. Namun ia tak tersentuh hingga finish. Pertarungan sengit terjadi antara Randy de Puniet dan Colin Edwards untuk berebut posisi kedua. Edwards ahirnya finish di posisi kedua diikuti oleh de Puniet

Pertama di balapan terakhir
Musim ini menjadi musim terakhir digunakannya sirkuti Donington Park untuk ajang MotoGP. Tahun depan MotoGP seri Inggris akan berlangsung di sirkuit Silverstone yang selama ini dignakan untuk menggelar balapan Formula 1.

Uniknya. posisi podium di Donington Park justru menjadi yang pertama bagi Dovi, Edwards, dan de Puniet musim ini. Bagi Dovizioso, podium ini adalah yang kedua dan sekaligus kemenangan pertama sepanjang karirnya di kelas teratas ajang MotoGP. Yang sangat gembira tentu saja Randy de Puniet. Ya, ini adalah untuk kali pertama pembalap tim LCR Honda itu naik podium.

Rabu, 22 Juli 2009

Selamat Jalan Jacko

Ketika saya mengunggah blog ini, hampir sebulan sudah sang Raja Pop dunia, Michael "Jacko" Jackson, meninggal dunia. Menyebut nama Jacko, tak bisa dilepaskan dari pengaruhnya terhadap kecintaan saya pada musik, terutama musik mancanegara.

Ketika saya kecil, saya takl terlalu suka dengan lagu-lagu berbahasa Inggris. Tetapi semua berubah ketika saya menykasikan video lagu Black Or White milik Jacko. Saya benar-benar terpesona dengan video klip yang sangat luar biasa untuk ukuran ketika itu. Sejak saat itu saya pun jadi "jatuh cinta" dengan lagu-lagu milik Jacko. Albumnya, Dangerous, yang memuat lagu tersebut menjadi album musik manca pertama yang saya dengar.

Masih teringat jelas juga di benak saya, ketika Jacko juga membuat video klip yang taka kalah menarik untuk lagu Remember The Time. Ayah saya akhirnya membelikan saya sebuah album berisi kumpulan lagu-lagu milik Jacko. Meski termasuk album ASPAL, dari kaset tesebutlah saya mengenal lagu-lagu lama miliknya macma Beat It, Bad, Thriller, One Day In Your Life, dan masih banyak lagi.

Dan juga mungkin anda ingat ulahnya ketika merilis album HIStory:Past, Present, and Future Book 1. Ia membuat video promosi khusus secara kolosal plus pembuatan patung dirinya seperti yang ditampilkan di kover album HIStory.

Bertahun-tahun kemudian, ketika saya hijrah ke kota untuk kuliah, Jacko merilis album Invincible. Saya pun langsung memburu album tersebut. Sayang, album tersebut tak terlalu sukses di pasaran.

Sekitar delapan tahun kemudian, tepatnya tanggal 26 Juni 2009 (waktu Indonesia), sebuah berita duka datang. Michael Jackson dinyatakan meninggal dunia. Jutaan penggemarnya pun berduka, meski sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya lengkap dengan berbagai kontorversi yang muncul soal agama yang dianutnya sampai sola isu hantu Jacko yang bergentayangan di Neverland Ranch miliknya.

Well, apapun yang terjadi, saya tetap menjadi salah satu penggemarnya. Bahkan beberap waktu lalu saya ikut berburu koleksi albumnya. He He. Selamat Jalan, Jacko. Kau boleh saja tak ada di dunia ini lagi, tapi musikmu akan selalu hidup.

Jumat, 26 Juni 2009

Meletakkan sesuatu pada tempatnya

Belakangan ini situs jejaring Facebook sedang mewabah. Pada saat yang hampir bersamaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) justru dikabarkan membuar fatwa haram untuk Facebook. Alasannya Facebook bisa menajdi sarana perselingkuhan dan penyebaran pornografi? Benarkah?

Perdebatan panjang pun terjadi antara yang pro dan yang kontra fatwa tersebut. Ada yang menyatakan setuju ada pula yang menyatakan MUI kurang kerjaan sampai-sampai mengharamkan Facebook.

Di sini saya mencoba mengambil jalan tengah dengan tidak mengatakan MUI kurang kerjaan, tetapi saya juag tidak setuju jika Facebook diharamkan. Mengapa? Bukan hanya karena saya memiliki account Facebook tetapi juga memiliki alasan-alasan lain.

Di rubrik Surat Pembaca salah satu surat kabar di Jawa Tengah, seorang pembaca menyatakan MUI kurang kerjaan sehingga mengharamkan Facebook. Padahala masih banyak hal lain yang lebih penting untuk mendapatkan fatwa dari MUI. Semua kembali pada manusi penggunanya. Atau dengan istilah yang sedikit lebih keren ia nyatakan tergantung kepada The Man Behind The Gun.

Beberapa waktu kemudian, muncul surat dari pembaca lain yang menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan MUI memberi fatwa tersebut tentu sudah melihat mudharat yang lebih besar daripada manfaat. Ia mengambil contoh senjata seperti pistol dan pisau dapur yang tentu saja tidak bisa dibawa kemana-mana dengan seenaknya karena bisa mencelakai orang lain. Demikian pula minuman keras yang meski ada manfaatnya tetapi lebih banyak mudharatnya sehingga diharamkan.

Mari kita lihat dengan pandangan yang lebih luas. Kita ambil contoh pisau dapur atau golok. Tujuan awal dibuat pisau dapur adalah untuk keperluan memotong sayur, daging, dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam masakan. Sementara golok dibuat untuk membenatu kegiatan manusia bercocok tanam. Bukan untuk melukai atau membunuh orang. Kenyataanya walaupaun berulang kali terjadi kasus pembunuhan menggunakan pisau dapur ataupun golok, MUI tak pernah memberikan fatwa haram untuk pisau dapur atapun golok.

Demikian pula pistol. Ia dibuat sebagai sarana perlindungan diri. Dan hanya pihak-pihak tertentu yang boleh menggunakannya. Kenyataannya ada pihak-pihak (yang sebenarnya berhak memiliki seperti polisi) yang menggunakannya untuk membunuh orang tak bersalah. Dan lagi-lagi MUI pun tak pernah memberi fatwa haram untuk pistol.

Contoh lain kita lihat pada anggota parlemen. Tujuan awalnya dibentuk DPR adalah untuk mewakili rakyat di pemerintahan. Kenyataannya di berita sring kita dengar begitu banyak anggota DPRD/DPR yang tersangkut masalah korupsi. Lebih parah lagi, banyak di antara mereka yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi, tetapi saya juga tak pernah mendengar MUI mengharamkan posisi anggota DPR.

Hal lain terjadi pada penggunaan ponsel. Telepon sluler pada awalanya diciptkan sebagai sarana komunikasi jarak jauh yang bisa dibawa keman-mana. Namun belakangan, dengan majunya teknologi, ponsel berkamera malah digunakan untuk merekam adegan porno. Tetapi toh ponsel tak sampai diharamkan.

Namun mengapa perlakuan untuk Facebook justru berbeda? Tujuan awal dibuatnya situs Facebook adalah untuk jejaring alumni sebuah univeristas ternama di AS. Bukan sebagai sarana pornografi ata kegiatan maksiat lainnya.

Sekali lagi saya memiliki account Facebook. Dan sampai saat ini saya belum pernah sekalipun mendapatkan tawaran konten berbau maksiat di dalam Facebook. Justru semua invitasi mengajak untuk kebaikan, seperti gerakan mendukung pembuangan sampah yang benar, mendukung perjuangan rakyat Palestina, dan sebagainya.

Selain itu saya justru merasa bahagia bisa “bertemu” dengan teman-teman saya yang sudah lama kehilangn kontak. Mulai dari teman SMP, SMU, kuliah, bahkan dosen-doesn di almamater saya. Coba lihat, bukankah ini manfaat terbesar dari Facebook? Menyambung silaurrahim yang lama terputus.

Sekarang kita lihat ke judul awal Menempatkan sesuatu pada tempatnya. Pisau dapur sudah seharusnya berada di dapur untuk membantu kegiatan memasak. Pistol sudah seharusnya hanya digunakan oleh pihak berwajib untuk membantu tugasnya menjaga dan mengamankan masyarakat. Karena itu pisau dapur dan psitol tak perlu diharamkan kecuali jika disalahgunakan untuk melukai atau bahkan membunih orang tak bersalah.

Anggota Dewan sudah seharusnya bekerja untuk rakyat dan haram baginya untuk menggunakan jabatan sebagai sarana memperkaya diri sendiri. Demikian pula ponsel. Ia sudah selayaknya hanya digunakan untuk sarana telekomunikasi. Ia menjadi haram jika digunakan untuk kegiatan maksiat.

Demikian pula penggunaan Facebook. Sudah seharusnya hanya dimanfaatkan sesuai tujuan semula, untuk menjalin kembali pertalian saudara yang terputus, bukan untuk kegiatan maksiat. Dan sampai saat ini, jujur saya belum pernah mendengar MUI memberi fatwa haram untuk Facebook. Yang saya tahu MUI mengharamkan pemanfaatan Facebook untuk tujuan maksiat seperti pornografi, perselingkuhan dll.

Jika diibaratkan Facebook adalah sebuah rumah, dan salah satu penghuni rumah tersebut terlibat tindak kejahatan, tentu bukan berarti rumah tersebut yang haram ditempati. Melainkan pelaku tindak kejahatannya yang ditangkap dan diharamkan tindakannya.

Rasanya terlalu naif jika sampai mengharamkan Facebook. Akan lebih lbaik jika MUI justru memanfaatkannya sebagai sarana dakwah. Beberapa lembaga maupun perusahaan telah memanfaatkannya untuik sarana promosi maupun bisnis. Mengapa MUI tak memanfaatkannya saja untuk sarana dakwah?

Sekali lagi tempatkanlah sesuatu pada tempat yang seharusnya.

Kamis, 11 Juni 2009

Musik Gratis? Mengapa tidak?

Kebanyakan para musisi atau pencipta lagu akan berusaha melakukan proteksi terhadap karya-karyanya. Tetapi ternyata tidak semuanya.

Hal ini terbukti ketika iseng-iseng saya membuka situs resmi Ubuntu Satanic Edition. Versi Ubuntu yang satu ini memang agak kontroversial (sudah terlihat dari namanya). Yang pasti selain bertema desktop dengan nuansa gelap, Ubuntu SE juga menyelipkan beberapa musik gratis dengan genre METAL.

Di situs resminya, juga terdapat link langsung menuju tempat mengunduh lagu-lagu tersebut, yaitu disini. Di sana kita bisa temukan ratusan bahkan ribuan lagudari bermacam-macam genre yang dapat diunduh secara gratis. Dan yang satu ini meski gratis, tetapi 100% legal karena semua lagu dilisensikan di bawah lisensi Creative Common License.

Meski sebagian besar memang bukan karya musisi komersil, tapi kualitas musiknya dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum anda mengunduh lagu-lagu tersebut, ada baiknya anda dengarkan dulu secara online. Perhatikan juga review dan komen dari pengguna lainnya.

Sabtu, 30 Mei 2009

Visualisasi data dengan SciDAVis (Bagian ke-4)

Kali ini saya akan coba jelaskan mengenai cara mengubah judul grafik dan mengeksor garfik visualisasi ke dalam bentuk gambar yang umum.

Mengubah judul grafik

Ada kalanya kita ingin mengubah dari judul grafik yang telah dibuat, maupun parameter dari masing-masing sumbu X dan Y agar lebih sesuai dengan data yang kita olah. Caranya cukup mudah. Lakuakn saja klik ganda pada judul grafik yang ingin kita ubah. Sesaat kemudian akan muncul kotak dialog seperti Gambar 1. Ubah nama sesuai dengan yang kiat inginkan. Lalu pilih Apply dan OK. Lakukan cara yang sama untuk mengubah parameter sumbu X dan sumbu Y.

Gambar 1 Mengubah judul grafik


Mengekspor grafik ke dalam format gambar

Grafik hasil visulaisasi dari SciDAVis juga dapat diekspor ke dalam berbagai format gambar populer seperti jpeg, bmp, ataupun, png. Tujuannya agar dapat disisipkan dengan mudah ke dalam dokumen seperti format *.doc atau *.odt.

Caranya, dari menu File, pilih Export Graph. Kita dapat memilih Current, jika hanya ingin mengekspor grafik yang sedang ditampilkan, atau pilih All jika ingin mengekspor seluruh garfik yang dibuat.

Gambar 2 Mengekspor grafik ke dalam format gambar

Setelah itu tentukan lokasi penyimpanan gambar dan pilih format gambar yang diinginkan. Lalu pilih Save.

Gambar 3 Menyimpan gambar hasil ekspor