Minggu, 02 Agustus 2009

Review Pertengahan Musim MotoGP

Gelaran MotoGP sudah memasuki pertengah musim. Saat ini bahkan telah memasuki masa istirahat sebelum seri ke-11 di sirkuit Brno, Republik Ceko. Berikut ini hasil rangkuman saya hingga pertengahn musim

Kelas 250 cc
Musim ini adalah musim terakhir diselenggarakannya kelas 250cc. Musim depan kelas ini akan berganti menajdi kelas Moto 2 dengan mulai dipergunakannya motor bermesin 4-tak. Persaingan sengit hingga pertengahan musim ini masih terjadi antar Hiroshi Aoyama, Alvaro Bautista, dan Marco Simoncelli. Skill ketiga pembalap ini bisa dikatakan setara.

Saat ini, Aoyama masih memimpin klasemen sementara diikuti Bautista dan Simoncelli. Ia memang terbukti menjadi yang paling konsisten meraih poin dan belum pernah sekalipun ia gagal finish. Sementara itu Bautista pun harus berjuang lebih keras dan juga tentunya berhati-hati. Ia beberapa kali terjatuh akibat kengototannya sendiri. Selain bersenggolan dengan Simoncelli, ia juga pernah gagal finish karena menyenggol Aoyama.

Untuk Simoncelli, pelan tapi pasti, sang juara bertahan ini mulai bangkit dari keterpurukan. Hasil cukup menggembirakan ia catat di dua seri terakhir. Ia pun berhasil menggeser posisi Hector Barbera dari peringkat ketiga klasemen sementara. Dia hanya punya sedikit masalah, yaitu tenaga motor Gilera yang ia tunggangi tak sebesar tenaga motor Aprilia milik Bautista ataupun Honda milik Aoyama.

Well, kita tunggu saja siapa di antara mereka bertiga yang akan menajdi juara dunia musim ini.

Kelas MotoGP
Untuk kelas teratas MotoGP, saat ini Valentino “The Doctor” Rossi masih di atas angin. Ia masih kokh bertahan di puncak klasemen sementara. Pesaing terberatnya justru dari rekan satu timnya, Jorge Lorenzo. Sayang di seri Inggris, Lorenzo terjatuh dan tak mendapatkan poin.

Pesaing lainnya jagoan Ducati, Casey Stoner, justru tertimpa masalah kesehatan serius yang sangat memengeruhi penampilannya musim ini. Dimulai dari seri Assen, Belanda. Ia terlihat muntah-muntah usai lomba. Kondisinya makin buruk di seri-seri berikutnya. Ia gagal naik podium di tiga seri terakhir. Penampilan terburuknya terjadi di Inggris kemarin ketika saat lomba berjalan separo, ia keburu di-overlap oleh para pembalap lainnya.

Ancaman Honda
Menjelang pertengahan musim ini, kejutan juga datang dari kubu Honda. Dimulai dengan kemenangan Dani Pedrosa di Laguna Seca, dan digunakannya mesin baru Honda di Sachsenring, Jerman. Hasilnya cukup ositif. Di Jerman dan Inggris, para pembalap Honda sanggup merengsek ke posisi depan.

Bukan hanya pembalap tim pabrikan, Repsol Honda, para pembalap tim satelit Honda seperti Toni Elias, Alex De Angelis, dan bahkan Randy de Puniet pun sanggup melaju ke posisi depan. Hanya Gabor Talmacsi yang masih kesulitan beradaptasi. Hal yang wajar mengingat Talmacsi sangat minim pengalaman karena baru berlaga di pertengahan musim, setelah musim lalu ia berlaga di kelas 125cc dan beberapa seri awal musim ini berlaga di kelas 250cc. Namun prestasinya di dua seri terakhir bisa dikatakan lumayan. Di Jerman, ia nyaris memperoleh poin pertamanya, sayang ia terjatuh. Tapi di Inggirs kemarin, ia membuktikan bisa menyalip duo Ducati yang tampil sangat buruk.

Memang sih peluang para pembalap Honda untuk menjadi juara dunia bisa dikatakan kecil, mengingat penampilan pembalap utama mereka, Dani Pedrosa, kurang konsisten karena lebih sering berkutat dengan cedera. Setidak-tidaknya Honda ingin memberi peringatan kepada pembalap lain bahwa Honda meraih banyak kemajuan. Tiga seri terakhir membuktikan itu dengan keberhasilan Pedrosa di Laguna Seca serta Dovizioso di Donington Park.

Prediksi
Bukannya mau jadi peramal tapi boleh dong saya memberikan prediksi. Hingga akhir musim tampaknya persaingan menjadi juara dunia masih akan terjadi antara Rossi dan Lorenzo. Sementara itu jika kondisi Casey Stoner tak kunjung membaik, justru ia terancam terlempar dari posisinya di peringkat ketiga klasemen sementara. Rasanya tak sulit bagi Dani Pedrosa untuk mengambil alih posisi tersebut.

Review MotoGP seri Donington Park

Seri ke-10 ajang MotoGP yang berlangsung di sirkuit Donington Park menyuguhkan pertarungan seru di bawah cuaca yang tak menentu. Hasilnya pun di luar dugaan. Para pembalap favorit justru bebertumbangan.

Jalannya lomba
Hasil seri donington Park memang mengejutkan sejak awal yang dimulai dengan munculnya Toni Elias yang memimpin balapan di lap awal. Sayang pembalap Honda Gresini ini justru akhirnya disalip oleh duo Fiat Yamaha, Lorenzo dan Rossi, serta duo Repsol Honda, Dovizioso dan Pedrosa. Elias memang sempat melakukan overtaking kepada Pedrosa. Sayang ia justru terjatuh dan tak dapat melanjutkan lomba
.
Jalannya lomba semakin seru ketika para pembalap favorit juara yaitu Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa justru tampil buruk. Lorenzo yang sudah di atas angin karena berada di depan sendiri dengan jarak yang lumayan jauh dengan Rossi justru menyusul Elias mencium aspal dan juga gagal meneruskan lomba. Sementara Rossi yang kini memimpin lomba, harus menghadapi tekanan dari Andrea “Dovi” Dovizioso yang terus menguntitnya denagn jarak yang sangat dekat.

Saat pertengahan lomba, hasil memalukan dicatat oleh duo Ducati Marlboro, Casey Stoner dan Nicky Hayden. Bukan hanya mereka berdua disalip oleh Gabor Talmacsi, ternyata mereka sudah di-overlap oleh Rossi, Dovi, dan Pedrosa. Bahkan para pembalap di belakang mereka bertiga pun akhirnya melakukan overlapping kepada duo Ducati tersebut. Sementara itu Dovi terus terlihat beberapa kali berusaha menyalip Rossi, namun gagal. Namun Dewi Fortuna tampaknya lebih berpihak kepada Dovi ketika Rossi terjatuh. Dovi pun melaju sendirian di depan. Rossi memang masih melanjutkan lomba, sayangnya Dovi sudah terlalu jauh untuk dikejar.

Pembalap lain yang tampil buruk adalah Daniel “Dani” Pedrosa. Sempat bersaing di depan di lap-lap awal, dan juga sempat bertarung mati-matian berebut posisi dengan Randy de Puniet, namun ia akhirnya gagal. Ketika terjadi perubahan cuaca, Pedrosa yang tetap bertahan dengan ban kering terlihat terlalu berhati-hati. Ia pun dengan mudahnya disalip oleh gerombolan pembalap di tengah seperti Colin Edwards, James Toseland, Loris Capirossi, Mika Kallio, dan Marco Melandri. Sementara Rossi yang sempat tercecer di posisi 11 dan akhirnya bisa merengsek ke posisi 6 setelah para pembalap lain memutuskan masuk pitlane untuk berganti motor dengan ban basah.Rata Penuh

Di lap-lap akhir, Dovi terus melaju menggunakan ban kering meski mulai terlihat titik-titik hujan. Namun ia tak tersentuh hingga finish. Pertarungan sengit terjadi antara Randy de Puniet dan Colin Edwards untuk berebut posisi kedua. Edwards ahirnya finish di posisi kedua diikuti oleh de Puniet

Pertama di balapan terakhir
Musim ini menjadi musim terakhir digunakannya sirkuti Donington Park untuk ajang MotoGP. Tahun depan MotoGP seri Inggris akan berlangsung di sirkuit Silverstone yang selama ini dignakan untuk menggelar balapan Formula 1.

Uniknya. posisi podium di Donington Park justru menjadi yang pertama bagi Dovi, Edwards, dan de Puniet musim ini. Bagi Dovizioso, podium ini adalah yang kedua dan sekaligus kemenangan pertama sepanjang karirnya di kelas teratas ajang MotoGP. Yang sangat gembira tentu saja Randy de Puniet. Ya, ini adalah untuk kali pertama pembalap tim LCR Honda itu naik podium.

Rabu, 22 Juli 2009

Selamat Jalan Jacko

Ketika saya mengunggah blog ini, hampir sebulan sudah sang Raja Pop dunia, Michael "Jacko" Jackson, meninggal dunia. Menyebut nama Jacko, tak bisa dilepaskan dari pengaruhnya terhadap kecintaan saya pada musik, terutama musik mancanegara.

Ketika saya kecil, saya takl terlalu suka dengan lagu-lagu berbahasa Inggris. Tetapi semua berubah ketika saya menykasikan video lagu Black Or White milik Jacko. Saya benar-benar terpesona dengan video klip yang sangat luar biasa untuk ukuran ketika itu. Sejak saat itu saya pun jadi "jatuh cinta" dengan lagu-lagu milik Jacko. Albumnya, Dangerous, yang memuat lagu tersebut menjadi album musik manca pertama yang saya dengar.

Masih teringat jelas juga di benak saya, ketika Jacko juga membuat video klip yang taka kalah menarik untuk lagu Remember The Time. Ayah saya akhirnya membelikan saya sebuah album berisi kumpulan lagu-lagu milik Jacko. Meski termasuk album ASPAL, dari kaset tesebutlah saya mengenal lagu-lagu lama miliknya macma Beat It, Bad, Thriller, One Day In Your Life, dan masih banyak lagi.

Dan juga mungkin anda ingat ulahnya ketika merilis album HIStory:Past, Present, and Future Book 1. Ia membuat video promosi khusus secara kolosal plus pembuatan patung dirinya seperti yang ditampilkan di kover album HIStory.

Bertahun-tahun kemudian, ketika saya hijrah ke kota untuk kuliah, Jacko merilis album Invincible. Saya pun langsung memburu album tersebut. Sayang, album tersebut tak terlalu sukses di pasaran.

Sekitar delapan tahun kemudian, tepatnya tanggal 26 Juni 2009 (waktu Indonesia), sebuah berita duka datang. Michael Jackson dinyatakan meninggal dunia. Jutaan penggemarnya pun berduka, meski sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya lengkap dengan berbagai kontorversi yang muncul soal agama yang dianutnya sampai sola isu hantu Jacko yang bergentayangan di Neverland Ranch miliknya.

Well, apapun yang terjadi, saya tetap menjadi salah satu penggemarnya. Bahkan beberap waktu lalu saya ikut berburu koleksi albumnya. He He. Selamat Jalan, Jacko. Kau boleh saja tak ada di dunia ini lagi, tapi musikmu akan selalu hidup.

Jumat, 26 Juni 2009

Meletakkan sesuatu pada tempatnya

Belakangan ini situs jejaring Facebook sedang mewabah. Pada saat yang hampir bersamaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) justru dikabarkan membuar fatwa haram untuk Facebook. Alasannya Facebook bisa menajdi sarana perselingkuhan dan penyebaran pornografi? Benarkah?

Perdebatan panjang pun terjadi antara yang pro dan yang kontra fatwa tersebut. Ada yang menyatakan setuju ada pula yang menyatakan MUI kurang kerjaan sampai-sampai mengharamkan Facebook.

Di sini saya mencoba mengambil jalan tengah dengan tidak mengatakan MUI kurang kerjaan, tetapi saya juag tidak setuju jika Facebook diharamkan. Mengapa? Bukan hanya karena saya memiliki account Facebook tetapi juga memiliki alasan-alasan lain.

Di rubrik Surat Pembaca salah satu surat kabar di Jawa Tengah, seorang pembaca menyatakan MUI kurang kerjaan sehingga mengharamkan Facebook. Padahala masih banyak hal lain yang lebih penting untuk mendapatkan fatwa dari MUI. Semua kembali pada manusi penggunanya. Atau dengan istilah yang sedikit lebih keren ia nyatakan tergantung kepada The Man Behind The Gun.

Beberapa waktu kemudian, muncul surat dari pembaca lain yang menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan MUI memberi fatwa tersebut tentu sudah melihat mudharat yang lebih besar daripada manfaat. Ia mengambil contoh senjata seperti pistol dan pisau dapur yang tentu saja tidak bisa dibawa kemana-mana dengan seenaknya karena bisa mencelakai orang lain. Demikian pula minuman keras yang meski ada manfaatnya tetapi lebih banyak mudharatnya sehingga diharamkan.

Mari kita lihat dengan pandangan yang lebih luas. Kita ambil contoh pisau dapur atau golok. Tujuan awal dibuat pisau dapur adalah untuk keperluan memotong sayur, daging, dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam masakan. Sementara golok dibuat untuk membenatu kegiatan manusia bercocok tanam. Bukan untuk melukai atau membunuh orang. Kenyataanya walaupaun berulang kali terjadi kasus pembunuhan menggunakan pisau dapur ataupun golok, MUI tak pernah memberikan fatwa haram untuk pisau dapur atapun golok.

Demikian pula pistol. Ia dibuat sebagai sarana perlindungan diri. Dan hanya pihak-pihak tertentu yang boleh menggunakannya. Kenyataannya ada pihak-pihak (yang sebenarnya berhak memiliki seperti polisi) yang menggunakannya untuk membunuh orang tak bersalah. Dan lagi-lagi MUI pun tak pernah memberi fatwa haram untuk pistol.

Contoh lain kita lihat pada anggota parlemen. Tujuan awalnya dibentuk DPR adalah untuk mewakili rakyat di pemerintahan. Kenyataannya di berita sring kita dengar begitu banyak anggota DPRD/DPR yang tersangkut masalah korupsi. Lebih parah lagi, banyak di antara mereka yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi, tetapi saya juga tak pernah mendengar MUI mengharamkan posisi anggota DPR.

Hal lain terjadi pada penggunaan ponsel. Telepon sluler pada awalanya diciptkan sebagai sarana komunikasi jarak jauh yang bisa dibawa keman-mana. Namun belakangan, dengan majunya teknologi, ponsel berkamera malah digunakan untuk merekam adegan porno. Tetapi toh ponsel tak sampai diharamkan.

Namun mengapa perlakuan untuk Facebook justru berbeda? Tujuan awal dibuatnya situs Facebook adalah untuk jejaring alumni sebuah univeristas ternama di AS. Bukan sebagai sarana pornografi ata kegiatan maksiat lainnya.

Sekali lagi saya memiliki account Facebook. Dan sampai saat ini saya belum pernah sekalipun mendapatkan tawaran konten berbau maksiat di dalam Facebook. Justru semua invitasi mengajak untuk kebaikan, seperti gerakan mendukung pembuangan sampah yang benar, mendukung perjuangan rakyat Palestina, dan sebagainya.

Selain itu saya justru merasa bahagia bisa “bertemu” dengan teman-teman saya yang sudah lama kehilangn kontak. Mulai dari teman SMP, SMU, kuliah, bahkan dosen-doesn di almamater saya. Coba lihat, bukankah ini manfaat terbesar dari Facebook? Menyambung silaurrahim yang lama terputus.

Sekarang kita lihat ke judul awal Menempatkan sesuatu pada tempatnya. Pisau dapur sudah seharusnya berada di dapur untuk membantu kegiatan memasak. Pistol sudah seharusnya hanya digunakan oleh pihak berwajib untuk membantu tugasnya menjaga dan mengamankan masyarakat. Karena itu pisau dapur dan psitol tak perlu diharamkan kecuali jika disalahgunakan untuk melukai atau bahkan membunih orang tak bersalah.

Anggota Dewan sudah seharusnya bekerja untuk rakyat dan haram baginya untuk menggunakan jabatan sebagai sarana memperkaya diri sendiri. Demikian pula ponsel. Ia sudah selayaknya hanya digunakan untuk sarana telekomunikasi. Ia menjadi haram jika digunakan untuk kegiatan maksiat.

Demikian pula penggunaan Facebook. Sudah seharusnya hanya dimanfaatkan sesuai tujuan semula, untuk menjalin kembali pertalian saudara yang terputus, bukan untuk kegiatan maksiat. Dan sampai saat ini, jujur saya belum pernah mendengar MUI memberi fatwa haram untuk Facebook. Yang saya tahu MUI mengharamkan pemanfaatan Facebook untuk tujuan maksiat seperti pornografi, perselingkuhan dll.

Jika diibaratkan Facebook adalah sebuah rumah, dan salah satu penghuni rumah tersebut terlibat tindak kejahatan, tentu bukan berarti rumah tersebut yang haram ditempati. Melainkan pelaku tindak kejahatannya yang ditangkap dan diharamkan tindakannya.

Rasanya terlalu naif jika sampai mengharamkan Facebook. Akan lebih lbaik jika MUI justru memanfaatkannya sebagai sarana dakwah. Beberapa lembaga maupun perusahaan telah memanfaatkannya untuik sarana promosi maupun bisnis. Mengapa MUI tak memanfaatkannya saja untuk sarana dakwah?

Sekali lagi tempatkanlah sesuatu pada tempat yang seharusnya.

Kamis, 11 Juni 2009

Musik Gratis? Mengapa tidak?

Kebanyakan para musisi atau pencipta lagu akan berusaha melakukan proteksi terhadap karya-karyanya. Tetapi ternyata tidak semuanya.

Hal ini terbukti ketika iseng-iseng saya membuka situs resmi Ubuntu Satanic Edition. Versi Ubuntu yang satu ini memang agak kontroversial (sudah terlihat dari namanya). Yang pasti selain bertema desktop dengan nuansa gelap, Ubuntu SE juga menyelipkan beberapa musik gratis dengan genre METAL.

Di situs resminya, juga terdapat link langsung menuju tempat mengunduh lagu-lagu tersebut, yaitu disini. Di sana kita bisa temukan ratusan bahkan ribuan lagudari bermacam-macam genre yang dapat diunduh secara gratis. Dan yang satu ini meski gratis, tetapi 100% legal karena semua lagu dilisensikan di bawah lisensi Creative Common License.

Meski sebagian besar memang bukan karya musisi komersil, tapi kualitas musiknya dapat dipertanggungjawabkan. Sebelum anda mengunduh lagu-lagu tersebut, ada baiknya anda dengarkan dulu secara online. Perhatikan juga review dan komen dari pengguna lainnya.

Sabtu, 30 Mei 2009

Visualisasi data dengan SciDAVis (Bagian ke-4)

Kali ini saya akan coba jelaskan mengenai cara mengubah judul grafik dan mengeksor garfik visualisasi ke dalam bentuk gambar yang umum.

Mengubah judul grafik

Ada kalanya kita ingin mengubah dari judul grafik yang telah dibuat, maupun parameter dari masing-masing sumbu X dan Y agar lebih sesuai dengan data yang kita olah. Caranya cukup mudah. Lakuakn saja klik ganda pada judul grafik yang ingin kita ubah. Sesaat kemudian akan muncul kotak dialog seperti Gambar 1. Ubah nama sesuai dengan yang kiat inginkan. Lalu pilih Apply dan OK. Lakukan cara yang sama untuk mengubah parameter sumbu X dan sumbu Y.

Gambar 1 Mengubah judul grafik


Mengekspor grafik ke dalam format gambar

Grafik hasil visulaisasi dari SciDAVis juga dapat diekspor ke dalam berbagai format gambar populer seperti jpeg, bmp, ataupun, png. Tujuannya agar dapat disisipkan dengan mudah ke dalam dokumen seperti format *.doc atau *.odt.

Caranya, dari menu File, pilih Export Graph. Kita dapat memilih Current, jika hanya ingin mengekspor grafik yang sedang ditampilkan, atau pilih All jika ingin mengekspor seluruh garfik yang dibuat.

Gambar 2 Mengekspor grafik ke dalam format gambar

Setelah itu tentukan lokasi penyimpanan gambar dan pilih format gambar yang diinginkan. Lalu pilih Save.

Gambar 3 Menyimpan gambar hasil ekspor

Kamis, 07 Mei 2009

Review MotoGP 2009 setelah tiga seri

Berikut ini ulasan saya setelah memperhatikan seri MotoGP 2009 dari Losail hingga Jerez.

Persaingan pembalap

Kelas MotoGP

Well, persaingan menjadi pembalap terbaik di kelas paling bergengsi ini tampaknya masih menjadi persaingan antara Valentino Rossi, Casey Stoner, Daniel Pedrosa, dan Jorge Lorenzo. Selain nama-nama tadi, nama Andrea Dovizioso juga layak diperhitungkan.

Sejauh ini Rossi menjadi pembalap paling konsisten dengan selalau naik podium. Di Losail dan Motegi, Rossi finish di urutan dua, sementara di Jerez ia berhasil mengalahkan pembalap tuana rumah, Dani Pedrosa. Tapi jangan anggap remeh Stoner, Pedrosa, ataupun Lorenzo.

Stoner mampu tampil baik saat seri pembuka, sayang di seri selanjutnya sepertinya ia mengalami masalah dengan setting motornya. Di Motegi ia bahkan gagal naik podium akibat masalah rem depannya. Kalau ia mendapatkan setting yang pas, sangat besar kemungkinanna kekbali mendominasi seperti musim 2007.

Sementara untuk Pedrosa, ia memang belum meraih kemenangan musim ini. Tapi ingat kondisinya belum fit 100 %. Di Losail, Qatar ia nekad ikut balapan dengan kondisi masih cedera cukup parah. Dengan mengabaikan rasa sakit ia sempat merengsek ke barisan tengah sebelum akhirnya diseruduk oleh Alex De Angelis (untungnya ia tak sampai terjatuh). Di Motegi, meski masih dibekap cedera, ia menunjukkan kelasnya dengan sanggup finish di urutan ketiga meski start dari posisi ke-11. Sementara di Jerez, ia memang dipecundangi oleh Rossi. Tapi setidak-tidaknya target untuk selalu naik podium di Jerez tercapai, mengingat kondisi yang masih cedera plus motor yang sama sekali belum pernah ia coba di pra musim 2009. Yang artinya ia sendiri belum mendapatkan setting motor yang pas. Kalau ia sudah 100 % fit plus mendapatkan motor yang kompetitif, ia bisa berbahaya.

Bagaimana dengan Lorenzo? Eks juara dunia 250 cc tahun 2006 dan 2007 ini mengisi podium ketiga di Losail dan bahkan menajdi kampiun di Motegi. Sayang, di Jerez, ia tampil buruk meski start dari posisi terdepan dan bahkan mengulangi “hobi”nya musim lalu, jatuh akibat kecerobohannya sendiri. Namun satu hal yang patut dipuji darinya, semangat pantang menyerah. Ingat, musim lalu dengan kondisi cedera parah, ia nekad ikut balapan. Ia bahkan mampu naik podium meski harus duduk di atas kursi roda.

Satu nama yang harus diwaspadai adalah Andrea Dovizioso. Rekan satu tim Pedrosa ini memang belum menjadi yang terbaik. Namun melihat jejak prestasinya di kelas 125 cc (dimana ia menjadi juara dunia) dan 250 cc (di mana ia dua kali menajdi runner-up), Dovi layak diperhitungkan. Apalagi kini ia mendapatkan fasilitas terbaik di tim utama. Sebagai bukti, ia hanya sekali keluar dari posisi 5 besar saat finish, yaitu saat di Jerez, di mana ia melakukan kesalahan dengan membelok terlalu lebar. Setidak-tidaknya, saat ini Dovi sanggup bersaing di 5 besar klasemen sementara.

Kelas 250 cc

Persaingan di kelas seperempat liter justru lebih seru. Lihat saja jalannya balapan di Motegi dan Jerez. Persaingan menjadi yang terbaik dengan duel yang justru lebih sengit terjadi antara Marco Simoncelli, Alvaro Bautista, dan Hiroshi Aoyama. Persaingan ketiganya mengingatkan saya pada duel antara Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan Alex De Angelis di kelas 250 cc musim 2006 dan 2007.

Sang juara dunia bertahan, Marco Simoncelli hingga saat ini masih kedodoran. Ia absen di Losail akibat cedera. Saat seri Motegi, ia sempat memimpin balapan dengan dikuntit ketat oleh Aoyama. Sayang, setelah sebuah insiden, ban depannya kempes dan terpaksa harus masuk pit. Saat kembali ke lintasan, ia sudah jauh tertinggal dan akhirnya gagal meraih poin di Motegi. Sementaa di Jerez ia hanya berhasil finish di tempat ketiga. Namun ingat, pembalap yang kerap disebut sebagai penerus Valentino Rossi ini, sanggup mengalahkan kelemahan power motor Gilera (sangat jelas di trek lurus, ia begitu mudah didekati bahkan disalip oleh Bautista dan Aoyama) dengan skill yang memukau.

Musim ini, Alvaro Bautista seakan menjadi “penguasa” baru kelas 250 cc. Di Motegi, Bautista berhasil mengalahkan pembalap tuan rumah, Hiroshi Aoyama (bukan hanya karena Aoyama berasal dari Jepang, tapi Motegi juga sirkuit milik pabrikan Honda) meski start dari posisi yang tidak terlalu bagus. Tenaga motor Aprilia yang besar (sangat terlihat di trek lurus) plus skill yang hebat, membuatnya selalu bersaing di depan. Harapan saya, Bautista tak mengulangi kecerobohannya musim lalu, di mana ia terlalu sering bersenggolan dengan Simoncelli maupun terjatuh sendiri. Kalau ia tidak lebih berhati-hati, bisa-bisa ada pembalap lain yang mengambil keuntungan seperti yang dilakukan Mika Kallio musim lalu.

Satu nama lagi yang penampilannya cukup impresif musim ini adalah Hiroshi Aoyama. Hengkangnya Kallio ke kelas MotoGP ternyata tak membuat persaingan hanya dikuasai oleh Simoncelli dan Bautista. Kini, mereka berdua harus menghadapi ketangguhan pembalap asal Jepang ini. Musim lalu, sebenarnya Aoyama tampil lumayan bersama KTM. Sayang, power KTM-nya kalah bersaing.

Kini, Aoyama kembali bergabung dengan Honda, sebuah keputusan yang ternyata tepat. Aoyama berhasil menjadi runner-up di Motegi. Bahkan di Jerez, ia berhasil memenangkan pertarungan sengit dengan Bautista dan Simoncelli. Power motor Honda miliknya terbukti sanggup bersaing dengan Aprilia milik Bautista. Skill dan keberaniannya juga patut diacungi jempol. Lihat saja saat ia membabat Bautista dan Simoncelli di tikungan, terlihat sangat nekad. Sepertinya ia menjadi harapan Jepang untuk meneruskan perjuangan mendiang Daijiro Kato maupun mendiang Norifumi “Norick” Abe. Memang sih, sepeninggal Kato, belum ada pembalap Jepang yang berhasil menjadi juara dunia di kelas 250 cc. Dan harapan itu kini layak diberikan kepada Hiroshi Aoyama.

Persaingan Tim

Satu hal yang sering dilupakan, penilaian juara dunia bukan hanya diberikan untuk persaingan antar pembalap, tapi juga untuk konstruktor maupun untuk tim. Untuk ini, saya hanya mengulas persaingan tim di kelas MotoGP.

Untuk saat ini, saya melihat peluang persaingan terbesar dimiliki oleh Fiat Yamaha dan Repsol Honda. Mengapa? Karena para pembalap dari dua tim tersebutlah yang saya nilai paling konsisten dan prestasi masing-masing pembalapnya lebih seimbang. Dua pembalap Fiat Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, prestasinya di lintasan sama-sama baik, di mana masing-masing menyumbangkan satu kemenangan. Mereka berdua pun masuk ke jajaran 5 besar klasemen sementara. Ada persamaan unik antara Rossi dan Lorenzo, keduanya sama-sama pernah menjadi juara dunia kelas 250 cc dengan motor Aprilia.

Hal serupa ditunjukkan oleh Repsol Honda. Prestasi Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso tak terlalu njomplang. Skill keduanya tak diragukan lagi. Keduanya sama-sama pernah menjadi juara dunia kelas 125 cc. Bedanya, Dovi tak sempat merasakan menajdi juara dunia kelas 250 cc. Uniknya, baik Pedrosa maupun Dovizioso, selalu mengendarai Honda sejak masih berlaga di kelas 125 cc. Benar-benar pembalap yang setia dengan Honda.

Bagaiamana dengan Ducati Marlboro? Saya cenderung menyingkirkannya dari persaingan juara tim. Penyebabnya prestasi yang sangat njomplang antara pembalapnya, Casey Stoner dan Nicky Hayden. Meski keduanya adalah eks juara dunia kelas MotoGP, terdapat perbedaan prestasi yang terlalu mencolok. Stoner sanggup bersaing di depan, sementara Hayden tertinggal jauh di belakang.

Hayden, eks Rookie of The Year tahun 2003 itu terlihat masih kesulitan beradaptasi dengan Ducati Desmosedici setelah bertahun-tahun menunggangi Honda. Prestasinya malah kalah apik dibandingkan dengan Mika Kallio yang justru menajdi pendatang baru musim ini. Saran saya untuk Ducati, singkirkan saja Hayden musim depan dan rekrut Kallio. Heh heh.